Enrekang, Metropol – Beragam cara dilakukan untuk mendisiplinkan polisi nakal, mulai dari bernyanyi Indonesia Raya di halaman Mapolsek hingga potong rumput. Namun ada hal unik yang dilakukan oleh Kapolres Enrekang, AKBP Leo Joko Triwibowo. Ia menerapkan sanksi kepada anggotanya yang melanggar disiplin dan etika dengan cara beribadah dan melayani jamaah di dalam masjid. Hukuman tersebut dinilai sebagai program pembentukan dan penguatan mental serta iman itu menjadi andalannya dalam menghadapi masalah pelanggaran disiplin dari anak buahnya.

Kapolres Enrekang AKBP Leo Joko Triwibowo mengatakan, pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya itu sudah disadarinya dan karena mengabaikan sanksi-sanksi yang mengaturnya sehingga pelanggaran kerap dilakukan oleh anggota tertentu. Dengan program pemberian sanksi itu, Leo mengaku jika programnya cukup ampuh dan sudah terbukti kepada para anggotanya yang melakukan pelanggaran hukum baik disengaja maupun yang tidak disengaja.

“Sejak saya masuk menjabat sebagai Kapolres di Enrekang ini, saya menerapkan sanksi hukumannya di Masjid untuk anggota yang beragama Islam.Anggota yang melakukan pelanggaran itu bermasalah pada mental dan keimanannya. Nah, ini yang coba saya perbaiki agar mereka yang melanggar bisa menyadari kesalahannya,”kata Leo, Ahad (08/11).

Ia mengatakan,sejak bertugas di Polres Enrekang setahun lalu,dia mulai menerapkan metode penghukuman itu dan terbukti sudah lebih 10 orang anggotanya mengakui kesalahan tanpa mengulanginya lagi. Bahkan, mereka yang pernah menjalani masa hukuman sesuai dengan ketentuan undang-undang dan peraturan Polri itu memperlihatkan adanya perubahan yang cukup signifikan.Perubahan itu meliputi mental serta keimanannya. Mereka lebih rajin dan taat lagi beribadahnya karena selama masa penghukuman selama 21 hari itu para pelanggar diharuskan menginap di masjid,”Sesuai dengan jumlah hari penahanannya. Kalau pelanggaran disiplin biasanya 21 hari,” Leo Joko Triwibowo.

(Sry YN)

KOMENTAR
Share berita ini :