NTT, NewsMetropol – Perasaan sayang bercampur sedih ingat warganya yang tertimpa bencana banjir badang, Kapolres TTS AKBP Andre Librian. SIK., di tengah hujan lebat mengendarai sepeda motor dan jalan kaki menyusuri lembah turun naik di hutan koa dengan situasi jalan berlumpur setinggi lutut orang dewasa didampingi Kasat Binmas Polres TTS Iptu Agus Sole, SH., dan Anggota serta Babinsa Mollo Barat Sertu Ike Arkian dan Warga Koa sekuat tenaga memantau lokasi bencana banjir bandang sungai noelmina yang meluap dan merusak rumah warga Desa Koa, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 43 kepala keluarga.
Usai memantau lokasi bencana Kapolres TTS AKBP Andre Librian didampingi ketua adat Timotius Benu, Frans Oematan, Babinsa Mollo Barat Sertu Ike Arkian dan rombongan langsung menuju lokasi pengungsian untuk menyerahkan bantuan sembako berupa beras, telur, super mie pakaian layak pakai, sabun, kopi gula, susu, sendal kepada waga korban banjir bandang yang mengungsi di kantor Desa Koa, Rabu (07/04).
Kapolres Andre mengatakan, meski hujan lebat hingga basah namun dirinya tidak peduli, akan tetapi satu hal yang ada dalam benaknya untuk memberikan arahan dan diskusi dengan warga bahwa dirinya juga berasal dari kampung, hanya secara kebetulan negara memberikan kepercayaan kepadanya sehingga harus tinggal di kota, namun harkat diri dan warga yang mengalami musibah saat ini di mata Tuhan sama dan para korban adalah saudara.
“Saya tidak bisa membayangkan musibah ini terkena diri saya dan keluarga saya pasti saya sedih seperti yang bapak dan mama rasakan di mana harus hilang harta benda, tempat tinggal dan lain sebagainya namun Tuhan masih menolong tidak ada korban jiwa,” ujar Kapolres Andre dengan wajah sedih.
Kapolres TTS menambahkan, bahwa bencana yang terjadi di Desa Koa situasinya lebih menyedihkan dan menakutkan, di mana pemukiman warga di apit sungai besar dan gunung longsor, warga benar-benar kesulitan untuk di evakuasi, lokasi terpencil menyulitkan proses evakuasi, karena itu Kapolres Andre mengharapkan warga tetap berdoa dan berharap kepada Tuhan agar dapat membukakan jalan bagi warga korban banjir di Koa.
Kapolres berjanji untuk menyampaikan semua keluuhan warga serta kondisi yang terjadi ke Forkopimda dan Pemerintah Daerah untuk segera memberikan perharian relokasi tempat tinggal baru dan lain sebagainya kepada warga yang mengalami musibah banjir. Kondisi korban bencana di Koa sangat berbeda dengan warga di Desa Bena yang mana akses jalan untuk menjangkau sangat mudah tetapi di Desa Koa warga benar-benar terisolir karena itu sangat dibutuhkan perhatian lintas sektor.
Sementara itu warga setempat Timotius Benu Kettua Adat mewakili seluruh warga Desa Koa yang mengalami musibah bencana banjir mengatakan bahwa pihaknya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Kapolres TTS AKBP Andre Librian, SIK., yang tak mengenal hujan badai setelah mendapat laporan langsung turun melihat kondisi warga dan langsung memberikan bantuan.
“Pejabat yang pertama turun ke lokasi bencana Koa adalah bapak Kapolres TTS bapak Andre Librian sedangkan pemerintah belum dan sebagai masyarakat kecil tentunya kami tidak miliki harta untuk membalas kebaikan bapak, kami hanya berdoa kiranya Tuhan yang balas budi baik bapak, dan sampaikan salam kami serta keluhan kami kepada pemerintah agar tidak membuang mata ke warga Koa yang sedang menangis karena kehilangan sawah ,rumah dan harta bendanya,” tutur Tius Benu.
Disaksikan wartawan, sawah seluas 20 Hektat hilang di terjang banjir dan luapan banjir mulai menggeser dan masuk menyerang pemukiman warga, sementara pergeseran longsor akibat badai hujan yang tak henti terus bergeser dari atas gunung dan mengapit pemukiman warga. Warga saat ini hanya meratap dan membutuhkan bantuan relokasi tempat tinggal baru dari pemerintah karena wilayah Desa Koa di kuasai kawasan kehutanan.
(Fan)
