Irjen Pol Burhanuddin Andi

Koordinator Staf Ahli Kapolri, Irjen Pol. Drs. H. Burhanuddin Andi, SH. MH. (Foto: Dok. MP)

Jakarta, Metropol – Sosok Irjen Pol. Drs. H. Burhanuddin Andi, SH. MH, dalam keseharian tampak sederhana, murah senyum dan mudah diajak bicara, serta bijak dalam pengambilan keputusan. Sosok kepribadian yang dimiliki inilah, membuat orang mudah menjalin komunikasi dengan Jenderal berbintang dua ini.

Kesederhanaan yang dimiliki sosok Burhanuddin Andi, membuat masyarakat terkesan dan mudah berkomunikasi, ini pula yang membuat semakin besar niatnya untuk menumbuh kembangkan budaya-budaya lokal yang kini sudah hampir terlupakan.

Kiatnya untuk membangun, menciptakan keamanan dan kestabilan, menurutnya, tidak lepas dari pertumbuhan kerukunan masyarakat dan kerjasama dengan pihak Kepolisian. Kerukunan masyarakat dapat tercipta manakala ditanamkan kearifan budaya lokal. Mengapa, karena dengan tumbuhnya kearifan budaya lokal, maka di dalam kehidupan masyarakat tercipta apa yang dikatakan saling menghormati, saling menghargai, serta terciptanya satu kesatuan yang terintegrasi.

Baca Juga:  Erupsi Gunung Anak Krakatau Semburkan Abu Vulkanik, Penerbangan di Bandara Soetta Dihentikan Sementara

Lebih jauh, Burhanuddin Andi, mengatakan, “seperti di daerah Provinsi Sulawesi Selatan, yang memiliki beberapa etnis dan ragam budaya, tentu perlu ditumbuhkan kembali rasa kebersamaan sebagai alat pemersatu kehidupan masyarakat,” tutur Akpol 83 ini, ketika ditemui Metropol di ruang kerjanya, Mabes Polri, Jakarta, Kamis, (25/2).

Pemikiran yang dimiliki Burhanuddin Andi, tentang keinginan menumbuhkan kembali kearifan budaya lokal ini, membuat masyarakat semakin dekat dengan dirinya. Bahkan masyarakat sangat terkesan karena terciptanya kerukunan masyarakat yang aman dan damai serta saling menghargai satu sama lain, bertanda aksi-aksi, demo-demo yang selama ini marak, dengan adanya jalinan masyarakat bersama Kepolisian aksi dan demo dapat ditekan atau dihindari.

Kepedulian Burhanuddin Andi terhadap interaksi polisi dan masyarakat, sepatutnya mendapat tanggapan positif dari pihak manapun, karena tumbuhnya kearifan budaya lokal dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan tentram, saling menghargai. Dan kalau kehidupan masyarakat aman tentunya dengan sendirinya dapat mengurangi beban tugas Kepolisian.

Baca Juga:  Erupsi Gunung Anak Krakatau Semburkan Abu Vulkanik, Penerbangan di Bandara Soetta Dihentikan Sementara

Inilah yang menandai, Burhanuddin Andi, selama 30 tahun mengembang tugas di Kepolisian, merasa banyak bersyukur karena selama bertugas sampai sekarang ini dapat menjalankan tugas dengan baik.

Sebelum mengakhiri wawancara dengan Metropol, Burhanuddin Andi, menuturkan pula karier dan beberapa tanda jasa yang diperoleh atas prestasinya, seperti kariernya 2 kali menjabat Kapolwil di Kota Parepare dan Kota Makassar, 2 kali menjabat Kapolda di Prov. Bengkulu dan Prov. Sulsel-Bar, 1 kali menjabat Wakapolda di Banten, 2 kali menjabat Wakapolwil di Purwakarta dan Bandung, 3 kali menjabat Kapolres di Dompu, Bima, dan Polmas.

Menyadari pentingnya kearifan budaya lokal, maka Burhanuddin Andi menyusun desertasi pancapaian gelar Doktor. Dalam promosi Doktornya, Burhanuddin Andi mengambil judul ‘Mewujudkan fungsi Kepolisian Republik Indonesia Dalam Negara Hukum Demokrasi Berbasis Kearifan Budaya Lokal Sulawesi Selatan’ di Universitas Muslim Indonesia, Makassar.

(Jalal Maulana/Baso Susanto)

KOMENTAR
Share berita ini :