Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) Aris Harijadi W. SH bersama unsur anggota satuan reaksi cepat Lanal Kendari atau ASEFC Lanal Kendari.
Kendari, Metropol – Action Speed Eastern Fleed Command (ASEFC) atau unsur satuan reaksi cepat Lanal Kendari resmi terbentuk. Hal tersebut disampaikan oleh Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) Aris Harijadi W. SH, seusai upacara peringatan Hari Pahlawan di Dermaga Lanal Kendari, Kamis (10/11).
Menurut Aris, terbentuknya unsur satuan reaksi cepat di Lanal Kendari merupakan salah satu bagian dari Eastern Fleet Quick Response (EFQR) yang tersebar di seluruh satuan kewilayahan Komando Armada RI Kawasan Timur.
“Pembentukan unsur satuan reaksi cepat Lanal Kendari dimaksudkan agar unsur-unsur Lanal dapat hadir pada waktu dan posisi yang tepat dalam menindak kejahatan di laut. Selain itu, juga menjaga keamanan laut dengan memberdayakan aset-aset Pangkalan TNI AL di wilayah ini,” ujar Aris kepada Metropol, Kamis (10/11).
Aris juga mengatakan, keberadaan unsur satuan reaksi cepat di Lanal Kendari adalah untuk merespon dengan cepat informasi yang diterima dari masyarakat ataupun informasi intelijen mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di laut baik berupa perompakan atau kegiatan ilegal lainnya yang dapat mengganggu keamanan pengguna laut, khususnya yang melintas di wilayah kerja Lanal Kendari.
Ditambahkannya, ASEFC juga dapat melakukan kegiatan preventif dengan melakukan sosialisasi juga pressure kepada masyarakat pesisir dalam rangka pemberdayaan serta memberikan pemahaman tentang hukum batas wilayah, pelestarian lingkungan dan navigasi sehingga bisa mencegah terjadinya kegiatan ilegal di laut.
“Ini juga bertujuan untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat pesisir,” jelas Danlanal Kendari.
Mantan Komandan KRI Banjarmasin-592 ini berharap agar keberadaan tim reaksi cepat yang bermarkas di Dermaga Lanal Kendari ini mampu menekan tingkat pelanggaran yang ada di laut, baik penyelundupan, keamanan pelayaran maupun ilegal fishing sehingga kelestarian dan kekayaan Sumberdaya Laut di Sulawesi Tenggara tetap terjaga.
“Adanya Unsur Satuan Reaksi Cepat Lanal Kendari saya yakin dapat mendukung upaya penindakan pelanggaran di wilayah laut Sultra sehingga laut kita aman dan zero pelanggaran,” pungkas Pamen tiga melati tersebut.
(M. Daksan)
