Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban saat memaparkan terkait sistem usahanya, perusahaan QNet (PT QN International Indonesia) menjanjikan 2 jenis komisi untuk diberikan kepada mitra usahanya sesuai yang tercantum dalam stater kitnya.
Lumajang, NewsMetropol – Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan dalam sistem usahanya, perusahaan QNet (PT QN International Indonesia) menjanjikan 2 jenis komisi untuk diberikan kepada mitra usahanya sesuai yang tercantum dalam stater kitnya.
“Namun penerapan di lapangan tidak demikian, karena muncul satu jenis model bonus yang tidak tertera didalam stater kit yaitu pemberian bonus dengan terlebih dahulu harus memiliki member di kaki kanan dan di kaki kiri,” ujar Arsal, Kamis (24/10).
Lanjut Arsal, sistem bonus yang ketiga ini terindikasi merupakan pelanggaran kode etik yang mengarah kepada kejahatan skema piramida.
Dia mennerangkan bahwa Perusahaan QNet (PT QN International Indonesia) dalam praktiknya menerapkan 3 jenis komisi sehingga ditengarai sistem bonus yang ke tiga mengandung money game dengan skema piramida.
“Dalam praktiknya kenapa terdapat 3 sistem pemberian bonus kepada membernya. Di samping itu, di staterkit juga saya cari nomor rekening perusaan QNet juga tidak tertera sama sekali. Jadi kemana para member harus mentrasfer pembeliannya. Hal ini yang perlu kami pertanyakan kepada perusahaan QNet,” jelas perwira Polri berdarah Enrekang Sulsel ini.
Untuk diketahui terdapat dua jenis sistem bonus yang ada di dalam starter kit yakni ; Komisi retail, yaitu komisi yang diperoleh dari selisih antara harga retail dengan harga IR, dari pembelian pertama kali yang digunakan oleh referral langsung dan Komisi penjualan berulang/RSP, yaitu komisi yang diperoleh berdasarkan hitungan RSP poin atas pembelian barang.
Sedangkan yang tidak ada didalam staterkit tapi yang masif berjalan di masyarakst adalah sistem bonus yang ke tiga yang menggunakan istilah PV di mana untuk mendapat bonus harus 3000 PV kaki kanan dan 3000 PV kaki kiri.
Tidak semua barang ada nilai PVnya karena produk yang memiliki nilai PV semuanya berharga mahal dan produknya harus dikirim langsung dari Hongkong.
(Red)
