Penulis : Angga Prasetya | Editor : Widi Dwiyanto
JAKARTA, NEWSMETROPOL.id – Apresiasi tulus dari organisasi Suara Hati Rakyat Indonesia (SHRI) yang disampaikan oleh pendiri dan pembina utamanya, DRHA. Ilham Ilyas, SHMM, kepada jajaran TNI dan Polda Sulawesi Tengah atas keberhasilan menjaga kondusivitas wilayah tambang nikel diimbangi dengan sorotan tajam terhadap komitmen aparat dalam memberantas praktik Pertambangan Tanpa Izin (PETI) atau tambang ilegal yang marak terjadi di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.
Hal itu disampaikannya di Jakarta pada Minggu (12/10/2025).
Pembina SHRI juga mengucapkan selamat atas pelantikan Irjen. Endi Sutendi sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, semoga Polda Sulteng akan lebih kondusif dan mengayomi masyarakat, khususnya masyarakat di Sulawesi Tengah.
“Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah telah menunjukkan upaya konkret dalam menanggapi desakan ini. Sepanjang tahun 2024, Polda Sulteng dan jajaran Polres telah menangani setidaknya 11 kasus PETI, sebuah bukti komitmen penegakan hukum di sektor pertambangan,” katanya.
Kapolda Sulteng : Penertiban Ilegal Bersifat Komprehensif
Menanggapi desakan publik, Kapolda Sulteng, melalui Kabid Humas menegaskan, bahwa komitmen untuk menertibkan seluruh aktivitas ilegal, termasuk PETI, sudah jelas.
Pihak kepolisian mengakui bahwa penanganan tambang ilegal memerlukan pendekatan yang lebih dari sekadar penegakan hukum (represif), melainkan harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan dengan melibatkan sinergi dari berbagai instansi terkait.
“Faktor ekonomi dan adanya pemodal besar menjadi tantangan utama dalam penertiban PETI. Banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas ini. Oleh karena itu, penanganan harus melibatkan upaya preemtif dan preventif agar tidak menimbulkan bentrokan sosial,” jelasnya.
Harapan Putra Daerah Ditingkatkan
Senada dengan apresiasi yang disampaikan oleh DRHA. Ilham Ilyas, harapan agar Kapolda Sulteng, Irjen. Endi Sutendi memberikan atensi lebih kepada putra daerah untuk meningkatkan kinerja Kepolisian di lapangan, khususnya dalam menjaga Kamtibmas di wilayah tambang, dinilai dapat memperkuat strategi komprehensif ini.
“Pengetahuan lokal (local wisdom) dari putra daerah dianggap vital untuk memutus mata rantai pemodal besar dan oknum yang diduga menjadi beking di balik maraknya tambang ilegal,” katanya.
Menurut pelantang suara hati rakyat Indonesia ini, bahwa apresiasi juga patut disematkan kepada Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah yang persuasif menjadi keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Tengah.
Harapannya bisa ada jajaran dari Brimob yang ingin meningkatkan kemampuan dan mengembangkan potensi dalam hal melanjutkan pendidikan menjadi atensi dari Bapak Kapolda Sulawesi Tengah.
“Secara keseluruhan, apresiasi terhadap kondusivitas tambang nikel resmi menjadi penguat semangat bagi jajaran TNI/Polri, sementara penindakan tegas terhadap tambang ilegal menunjukkan bahwa penegakan hukum di Sulawesi Tengah terus berjalan, meski menghadapi tantangan yang kompleks dan mendalam,” pungkasnya.
