FB_IMG_1603257601884

Tangerang, NewsMetropol – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyaksikan pemusnahan 538 kilogram dan 480 batang bibit, benih dan buah impor asal dari delapan negara.

Pemusnahan dilakukan dengan menggunakan alat pembakar bersuhu tinggi atau incenerator di Instalasi Karantina Pertanian Sorkarno Hatta, Tangerang, Rabu (21/10).

Komoditas pertanian impor ini masuk melalui bandar udara internasional Soekarno Hatta tanpa dilengkapi dokumen kesehatan karantina dari negara asal.

“Tindakan ini harus kami lakukan agar potensi penyebaran hama penyakit tumbuhan dari luar negeri dapat kita cegah. Produk pertanian apapun yang masuk ke Indonesia harus lolos dan dijamin kesehatannya oleh petugas karantina pertanian,” kata pria yang biasa disapa SYL itu.

Menurutnya, pemusnahan produk pertanian yang ilegal atau tidak sehat ini merupakan tindakan pengawasan dan penindakan terhadap produk pertanian yang ilegal atau tidak sehat.

“Negara kita dianugerahi kekayaan sumber daya alam hayati yang luar biasa, jadi mari kita manfaatkan untuk kesejahteraan bersama sekaligus kita harus bersinergi menjaganya. Dari data pemusnahan kali ini, banyak benih tanaman hias, termasuk anggrek yang masuk. Sayangnya tidak dilengkapi jaminan kesehatan karantina,” papar Mentan.

Lanjutnya, Kementan tidak melarang, namun akan memastikan telah sesuai dengan aturan yakni dilengkapi dengan Surat Ijin Pemasukan (SIP) Mentan.

“Jika itu benih atau bibit dan pastikan dijamin sehat dan aman dari negara asal. Petugas karantina pertanian akan kembali memeriksanya. Kita harus pastikan sehat, aman dan menghindari ancaman bioterorisme,” tegasnya.

Ekspor Tanaman Hias ke Manca Negara

Selain menyaksikan pemusnahan, SYL juga sekaligus melakukan pelepasan ekspor produk pertanian ke enam negara.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil memaparkan ragam komoditas yang diekspor yakni, sarang burung walet 130 kg (24 karton) senilai Rp. 2,9 milyar dengan tujuan Cina; Tanaman Aquarium, sebanyak 18.838 batang senilai Rp. 133,8 juta dengan tujuan Amerika Serikat, Kanada dan Jepang.

Sedangkan jenis tanaman hias yang juga sedang digemari masyarakat berupa mostrea, aglonema dan philondendron sebanyak 352 batang senilai Rp. 17,6 juta ke Hongkong, Inggris dan Amerika Serikat.

“Pertumbuhannya sangat menggembirakan, kembangkan terus karena pasar ekspor sangat terbuka lebar. Jangan lupa patuh untuk melapor kepada petugas Karantina agar tetap sehat, aman dan makin laris tanaman hias kita di pasar ekspor,” pesan SYL.

Mantan Gubernur Sulsel dua periode itu juga berpesan agar Barantan menjadi garda terdepan dalam perlindungan sumber daya pertanian yang dimiliki Indonesia.

“Kita harus perkuat, juga harus bisa CCA, yaitu cepat, cermat dan akurat,” pungkas SYL.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :