Warga Transmigran di Muna Barat Bernostalgia Karena Hadirnya TMMD

Suasana Gotong Royong warga Desa Suka Damai dan Desa Labokolo.

Laworo, NewsMetropol – Kehadiran Satgas TMMD ke 101 Muna Barat di Desa Suka Damai Kecamatan Tiworo Tengah seakan membuka kembali memori nostalgia warga transmigran yang terjadi puluhan tahun silam.

Pasalnya, salah satu sasaran TMMD ke 101 Muna Barat yakni di Desa Suka Damai merupakan  salah satu lokasi penempatan warga transmigrasi di Kabupaten Muna Barat.

Kepala Desa Suka Damai I Ketut Putra Yasa mengatakan warganya merupakan transmigran tahun 1983 yang berasal dari Bali, Jawa, Madura dan Lombok.

“Selain itu juga ada transmigran lokal yang berasal dari Muna,” ujar I Ketut Putra Yasa kepada NewsMetropol, Senin (16/4).

Baca Juga:  Kasum TNI Terima Apresiasi dari Pemerintah New Zealand

Lanjutnya, secara keseluruhan warganya terdiri dari sembilan etnis dengan menganut empat agama kepercayaan.

“Ada suku Bali, Jawa, Lombok, Madura, Bugis, Muna, Tolaki, Sunda, Bajo dengan agama Islam, Hindu, Budha dan Kristen,” imbuhnya.

Dia menuturkan, sebagai sesama warga transmigran nuansa kekelurgaan sangat kental dengan tetap mengedepankan sikap saling hormat-menghormati, saling menghargai, toleransi sehingga kerukunan bertetangga terjaga.

Namun kata dia, sejak Desa Suka Damai dimekarkan menjadi dua desa yakni Desa Labokolo dan Desa Suka Damai, warga yang dahulu satu desa itu menjadi jarang untuk bekerja bersama dalam satu momentum kegiatan.

“Sehingga dengan kegiatan ini menjadikan kami seperti awal menjadi transmigran di sini, di mana kami bekerja saling bahu-membahu,” terangnya.

Baca Juga:  Panglima TNI Sinergikan TNI dan Pemda untuk Percepatan Pembangunan di Daerah

Untuk diketahui dalam pembuatan drainase di Desa Suka Damai itu, warga Desa Labokolo secara rutin mengirimkan perwakilannya sebanyak enam orang perhari.

(M. Daksan)

KOMENTAR
Share berita ini :