La Maasi (Paling Kanan).

Laworo, NewsMetropol – Warga Desa Sukadamai Kecamatan Tiworo Tengah sepakat menolak segala bentuk penyebaran paham radikal di desanya.

“Kami juga menolak segala bentuk aksi teror dan penyebaran hoax,” ujar La Maasi kepada NewsMetropol, Sabtu (21/4).

La Maasi yang juga merupakan Kaur Pembangunan Desa Suka Damai berpendapat penyebaran paham radikal, teror dan kabar hoax dapat mempengaruhi hubungan kekeluargaan antar warga di desanya.

“Kami sudah hidup rukun, damai di sini selama 35 tahun. Kami tidak ingin kedamaian itu terganggu karena paham-paham itu,” ujarnya lagi.

Oleh karenananya La Maasi sangat mengapresiasi penyuluhan Wasbang dan Hukum yang digelar oleh Satgas TMMD ke 101 Muna Barat karena kegiatan tersebut merupakan langkah antisipatif terhadap masuknya pemahaman sesat itu.

Baca Juga:  Bupati Apresiasi PT. SPHC Bangun 20 Jamban Untuk Keluarga Kurang Mampu

“Sangat bersyukur ada kegiatan oleh TMMD sehingga warga dapat lebih berhati-hati lagi,” jelasnya.

Lebih jauh warga Transmigran Lokal ini menuturkan bahwa keharmonisan yang terbina selama puluhan tahun ini tercapai karena adanya rasa saling menghormati dan menghargai serta perasaan saling menganggap keluarga.

Senada dengan itu, Ketut Santri juga mengatakan keharmonisan warga Desa Suka Damai dapat terpelihara karena warga Desa Suka Damai selalu melaksanakan kegiatan-kegiatan positif.

“Kami hindari hal-hal yang negatif sehingga pemikiran kami hanya yang baik-baik saja,” terangnya.

Begitupula Anton Transmigran Asal Madura menyebutkan memperbanyak silaturahmi adalah salah satu cara untuk menumbuhkan solidaritas dan soliditas.

“Kita perbanyak saja kegiatan salingĀ  mengunjungi dan saling berbagi,” jelasnya.

Baca Juga:  Ribuan Orang Ikuti Jalan Sehat Merdeka di Blora

(Bahrun)

KOMENTAR
Share berita ini :