Kepala PDAM Cibeber, Engkus bersama Teknisi PDAM, Sukatma
Lebak, Metropol – Akhirnya warga Desa Cikotok dan beberapa desa lainnya tidak lagi kesulitan air bersih, seperti yang dikatakan Kepala PDAM Cibeber, Engkus kepada Metropol saat dikantornya, Senin (9/10) kemarin.
“Kemarau selama hampir tiga bulan sekarang ini tidak lagi menjadi masalah, karena kebutuhan air bersih cukup terpenuhi,” ungkapnya.
Engkus menjelaskan, bahwa pembangunan pengadaan air bersih oleh pasca tambang PT Antam Tbk., Cikotok yang bekerjasama dengan PDAM sebagai bentuk program tanggung jawab sosial terhadap lingkungan (CSR) untuk warga sekitarnya.
“Kini pengelolaan tersebut diberikan dan dikelola oleh PDAM,” katanya.
Untuk sumber air, kata Engkus, PDAM memanfaatkan mata air Ciburial yang berada di Desa Ciherang, Kecamatan Cibeber. Saat ini jumlah pelanggan sebanyak 478, sedangkan untuk daerah sekitar Kp. Garung Ciguha dan Kp. Warung Kurupuk yang meminta sambungan air bersih masih menunggu program dari pusat.
“Mohon bersabar, kami masih menunggu program dari pusat. Karena bila ada pemohon yang meminta kelebihan 4 meter yang ditentukan PDAM harus ditanggung pelanggan dengan harga pemasangan sambungan air sekitar Rp770 ribu rupiah,” jelas Engkus.
Sementara itu Yusup salah satu warga Desa Cikotok menuturkan, selama ada PDAM dirinya tidak lagi kesulitan air bersih dan pasokan sangat mencukupi ketika kemarau selama tiga bulan kemarin sempat melanda wilayah Lebak Selatan.
Menurut Yusup, PDAM Cibeber ini baru berjalan sekitar 9 bulan, debit air Ciburial hanya 10 liter/detik tidak tertutup. Kemungkinan kedepan pelanggan akan bertambah, sementara sirkulasi air tidak menggunakan sistem buka tutup.
“Namun sepertinya untuk kebutuhan saat ini masih mencukupi,” katanya.
(Dic/Syrf)
