Warga Bompay saat menandatangani tanda terima penyerahan amunisi beserta magazennya kepada Satgas Pamtas RI-PNG Yonif R 509 Kostrad di Pos Bompay, Kampung Bompay, Distrik Web Kabupaten Keerom.
Keerom, NewsMetropol – Warga Bompay menyerahkan amunisi beserta magazennya kepada Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Yonif R 509 Kostrad di Pos Bompay, Kampung Bompay, Distrik Web Kabupaten Keerom.
Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif R 509 Kostrad, Letkol Inf Wira Muharromah, S.H., P.Sc mengatakan penyerahan amunisi dan magazen itu dilakukan dengan sukarela oleh warga berinisial RS (33) pada Senin 9 Desember lalu.
Kata dia amunisi dan magazen itu diterima langsung oleh Danpos Bompay Letda Inf Hendry Agung Budianto.
“Amunisi tersebut merupakan amunisi tajam kaliber 5,56 MM sebanyak 30 butir beserta 1 buah magazen SS1/SS2,” kata Letkol Wira, Kamis (12/12).
Wira menuturkan bahwa kronologis penyerahan amunisi dan magazen itu berawal saat RS mengunjungi Pos Bompay pada Senin (9/12) sekira pukul 02.30 WIT.
Lanjut Dansatgas, kepada Danpos RS saat itu mengaku bahwa dirinya memiliki 30 butir amunisi kaliber 5,56 mm dan 1 buah magazen SS1/SS2 dan akan menyerahkanya kepada Satgas.
“Setelah di cek ternyata benar, ketika ditanya dapat dari mana, ia mengatakan menemukannya di hutan Bompay sekitar 2 tahun lalu saat pergi berkebun. RS mengaku merasa sangat terbantu dengan kehadiran Satgas sehingga dengan sukarela menyerahkan munisi dan magazen tersebut,” terang Wira.
Dansatgas menambahkan, penyerahan amunisi dan magazen oleh warga merupakan buah dari pendekatan Satgas secara humanis terhadap masyarakat dalam rangkaian operasi pengamanan wilayah perbatasan, sebab menyimpan amunisi selain melanggar hukum juga dapat membahayakan warga sekitar.
“Kami pun menghimbau kepada masyarakat lainnya yang masih memiliki atau menyimpan amunisi ataupun senjata api dapat segera menyerahkan kepada aparat terkait,” jelas Wira.
(Red)
