Simulasi

Polres Pangkep saat melaksanakan simulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Alun-alun Citra Mas Pangkajene, Senin (18/2).

Pangkep, NewsMetropol – Suasana menegangkan saat dua wajib pilih hendak menggunakan hak pilihnya. Seorang wajib pilih memohon agar disegerakan melakukan pencoblosan karena hendak ke bandara, seorang ibu hamil pun berkeras agar ia didahulukan menggunakan hak pilihnya. Pasalnya ia hendak melahirkan.

Perseteruan dua wajib pilih tersebut akhirnya ditangani petugas TPS bersama petugas pengamanan dari Polres Pangkep. Ibu hamil didahulukan menggunakan hak pilihnya, disusul oleh wajib pilih lainnya.

Di bagian lain, petugas Kepolisian Resort Pangkep mengamankan seorang warga yang juga diketahui sebagai wajib pilih membawa senjata tajam saat hendak menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Alun-alun Citra Mas Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Senin (18/2).

Warga Pangkajene berinisial S dibekuk petugas saat hendak menggunakan hak pilihnya pada pemungutan suara di TPS Alun-alun Citra Mas Pangkajene. Usai diperiksa dan senjata tajamnya diamankan oleh petugas pengamanan Pemilu, selanjutnya S diberi kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya.

Baca Juga:  Kapolda Banten Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

Demikian gambaran pintas dan skenario simulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Alun-alun Citra Mas Pangkajene Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada pelaksanaan simulasi pengamanan TPS yang mengikutsertakan KPU Pangkep sebagai penyelenggara pesta demokrasi lima tahunan serta Bawaslu Pangkep sebagai lembaga pemantau yang mengawasi jalannya pesta demokrasi tersebut berlangsung lancar, tertib, aman dan terkendali.

Selain KPU dan Bawaslu, pada pelaksanaan simulasi pengamanan TPS tersebut berperan serta secara aktif relawan demokrasi Pangkep. Mereka berperan sebagai pemilih dan mencoblos surat suara di bilik TPS.

Saat simulasi hendak dimulai, seorang saksi dari calon presiden dan wakil presiden mengajukan protes karena ditemukan salah seorang saksi lainnya tanpa dilengkapi surat tugas (rekomendasi) dari partai peserta pemilu. Saksi yang dimaksud terpaksa tidak diperkenankan untuk berada dalam area TPS.

Baca Juga:  Laga Dewa United FC vs Persib Bandung Digelar Tanpa Penonton, Polda Banten Siapkan Pengamanan Maksimal

Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga menyebutkan, simulasi pengamanan TPS hingga pergeseran logistik dari TPS ke tempat lainnya amat penting guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diiinginkan.

Pada penyelenggaraan pesta demokrasi pemilihan Presiden, Wakil Presiden, DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota serta DPD RI yang akan berlangsung 17 April 2019 mendatang, pihak Kepolisian Resort Pangkep siap mengamankan TPS pada 13 kecamatan di Kabupaten Pangkep dengan menurunkan segenap personil Polres Pangkep.

“Simulasi pengamanan pemilu 2019 dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik yang akan terjadi pada pelaksanaan pemungutan suara di TPS,” kata Tulus Sinaga menegaskan.

“Untuk pengamanan pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 di wilayah kepulauan meliputi kecamatan Liukang Tupabiring, Tupabiring Utara, Liukang Tangaya dan Liukang Kalmas pengamanannya akan diperketat,” tandas Kapolres Pangkep.

(Jamal)

KOMENTAR
Share berita ini :