yatim1

Wakil Bupati Jember Drs. KH Abdul Muqit Arief saat memberikan santunan, Rabu (28/11).

Jember, NewsMetropol – Wakil Bupati Jember Drs. KH Abdul Muqit Arief mengatakan, bukan hanya anak yang tidak punya bapak, melainkan yatim yang sebenarnya adalah orang yang tidak punya ilmu.

Hal ini disampaikan Wabup dalam sambutannya pada acara tasyakuran santri tahfidz  30 juz di Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Kecamatan Gumukmas, Rabu malam (28/11).

Selain tasyakuran penghafal Al Qur’an, dalam alam acaara tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada sekitar 32 anak yatim piatu.

Dalam kesempatan itu, Wabup pun mengajak semua santri menuntut ilmu. Apalagi pemerintah telah mempunyai program beasiswa untuk menempuh pendidikan lebih tinggi.

Rasa bangga disampaikan Wabup atas keberhasilan para santri yang telah mampu menghafal Al Qur’an 30 juz. Karena itu, santri lain perlu menyontoh untuk menghafal Al Qur’an.

Baca Juga:  Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Turut Melaksanakan Gerakan Jumat Bersih Bersama Bakesbangpol Provinsi Banten

Selain itu, pengasuh pondok Pesantren Al Falah Silo ini mengajak santri untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Kemudian, belajar Bahasa Arab sedini mungkin karena menjadi bahasa dalam Al Qur’an dan hadits.

Lebih jauh lagi, Wabup mengajak semua pihak untuk mengamalkan petuah yang ada dalam sholawat, yang banyak dibaca masyarakat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Yatim dan Duafa Maghfiroh H. Nur Kholis acara menyampaikan, pemberian santunan kepada yatim piatu sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Meski sedikit, tetapi peduli terhadap anak yatim, karena anak yatim merupakan titipan Allah SWT,” katanya.

Nur Kholis menjelaskan, Yayasan Maghfiroh hanya mampu menyumbang dan membantu biaya pendidikan tiap semester. Biaya itu pun berasal dari sumbangan masyarakat.

Baca Juga:  Semarak Ramadhan, JOSS Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama di Makassar

Anak yatim yang dirawat di Yayasan Maghfiroh, jelasnya, adalah anak yatim yang tidak tertampung oleh yayasan lainnya. Jumlahnya sebanyak 32 anak, terdiri dari anak yatim dan piatu.

Anak yang sudah lulus SMP dan sudah bisa bekerja nantinya akan dipisah. Keberadaan anak itu diganti anak yatim lainnya yang baru.

“Di Yayasan Maghfiroh tidak ada uang sumbangan yang berhenti atau disimpan dulu. Begitu dapat, langsung dibagikan ke anak yatim,” pungkasnya.

(Andik)

KOMENTAR
Share berita ini :