Jakarta, NewsMetropol – Kepala Pusat Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Ahmad Haydar diamanahkan memimpin Tim Penyelidikan dan Pengusutan penyebab kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.
Dikutip indonews, pada Senin (24/8), Brigjen Haydar masuk ke Gedung Kejagung sekira pukul 09.30 WIB diikuti Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo dan Tim Gabungan Olah TKP.
Para petugas mulai menyisir tiap sudut ruangan yang terdampak insiden tersebut.
Tim Puslabfor Mabes Polri menggunakan baju berwarna biru dan menggunakan helm, tampak melakukan pengecekan kelayakan gedung sebelum masuk ke dalam bangunan yang terbakar itu
Namun menarik untuk mengenal profil dan rekam jejak seorang Kepala Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri Brigjen Pol Ahmad Haydar karena keberhasilan tugas tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia.
Untuk diketahui, hingga saat ini, berbagai spekulasi berkembang sangat liar di masyarakat.
Ada yang menyebut gedung Kejagung senagaj dibakar untuk menghilangkan berkas perkara, seperti kasus Tjoko Tjandra dan Jiwasraya dan lain-lain.
Menanggapi penunjukkannya untuk menangani kasus kebakaran ini, Pemimpin Redaksi Indonews.id Asri Hadi mengatakan, berdasarkan rekam jejaknya, Brigjen Haydar memiliki integritas yang tidak perlu diragukan.
Olehnya itu Asri menyakini, amanah yang diemban untuk mengusut kasus itu dapat ditunaikannya dengan baik.
“Brigjen Haydar memiliki integritas yang solid sama seperti bapak mertuanya, Komjen Ahwil Luthan yang baru saja menerima penghargaan atas integritasnya memberikan yang terbaik untuk negeri. Kita boleh berharap kasus ini dapat diusut tuntas oleh Tim yang dipimpin Brigjen Haydar,” jelas Asri.
Berikut Profil Brigjen Pol Ahmad Haydar
Profil Kepala Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Haydar ini menarik untuk diulas. Sebab, sepanjang karirnya di kepolisian, Haydar dikenal sebagai reserse yang malang melintang di unit Bareskrim Polri.
Perwira bintang satu ini merupakan kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 9 September 1965.
Ia merupakan lulusan Akpol 1988 dengan jabatan terakhirnya adalah Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jambi.
Mengutip pelbagai sumber, menjadi polisi bukanlah cita-cita Haydar kecil. Ketika duduk di bangku SMP dia ingin menjadi seorang insinyur pertanian. Namun saat di bangu SMA, dirinya memantapkan diri untuk ikut seleksi Akpol pada tahun 1985.
Tamat dari AKABRI, Haydar langsung ditugaskan di Kalimantan Timur menjadi Komandan Penjagaan. Enam bulan berikutnya, Haydar diangkat sebagai Kanitserse Polres Balikpapan.
Setelah tiga tahun berselang, suami dari Desiree Ahwil – putri kandung Komjen. Pol (Purn) Drs. Ahwil Luthan ini naik jabatan sebagai penyidik reserse tindak pidana tertentu (tipiter) kasus kehutanan di Polda Kaltim. Kemudian pidah lagi menjadi penyidik reserse ekonomi.
Haydar sempat menjalani tugas sebagai Kasat Serse Ekonomi Polda NAD (Aceh pada tahun 2005. Tugas ini dilanjutkan menjadi penyidik madya unit industri perdagangan di Bareskrim Polri, Kalimantan Timur.
Kasus yang ditanganinya adalah tindak pidana ekspor-impor, hak kekayaan intelektual (HAKI), dan tindak pidana ekonomi sebelum pada akhirnya terdampar di Salatiga.
Riwayat Jabatan Brigjen Ahmad Haydar:
Komandan Penjagaan Kaltim (1989)
Kanit Serse Polres Balikpapan (1989)
Wakasat Serse Polres Balikpapan (1992)
Penyidik Serse Tipiter Polda Kaltim (1993)
Penyidik Serse Ekonomi Polda Kaltim (1994)
Kabag Ops Polsek Bontang (1996)
Pama PTIK (1997)
Penyidik Madya Narkotika Polda Kaltim (1999)
Penyidik Narkotika Polri
Kasat Serse Ekonomi Polda NAD (2005)
Kapolres Salatiga (2007)
Kasubbag Prodsus Bag Produk Roanalisis Bareskrim Polri (2009)
Kanit II Dit V/Tipiter Bareskrim Polri (2010)
Kasubdit II Dittipidter Bareskrim Polri (2011)
Kasubdit V Dittipidter Bareskrim Polri (2012)
Analis Kebijakan Madya bidang Pidter Bareskrim Polri
Dirreskrimsus Polda Sumut (2015)
Wadirtipidter Bareskrim Polri (2016)
Wakapolda Jambi (2017)
Kapuslabfor Bareskrim Polri (2019).
(Red/indonews)
