Amaq

Amaq Dirah, Jamaah Calon Haji Tertua.

Lombok Barat, NewsMetropol – Usia yang mencapai 120 tahun tidak menyurutkan semangat Amaq Dirah untuk menunaikan ibadah haji.

Jama’ah Calon Haji (JCH) dari Lombok Barat ini tercatat sebagai salah satu anggota kelompok terbang sembilan (kloter 9) NTB yang termasuk dalam kloter campuran, yaitu JCH asal Lombok Barat, Lombok Utara, dan Kota Mataram.

Kloter ini adalah gelombang kedua untuk seluruh JCH Indonesia yang akan melaksanakan rukun Islam kelima melalui Kota Suci Madinah.

Amaq Dirah beserta 131 orang JCH lainnya dilepas secara resmi oleh Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, Minggu (29/7).

Amaq Dirah tergabung dalam rombongan tiga regu 11. Ia berasal dari Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat tampak mengenakan kursi roda, namun semangatnya terpancar nyata di raut wajahnya yang sumringah.

“Alhamdulillah,” hanya itu kata yang keluar dari bibirnya saat disapa dan disalami.

Baca Juga:  Pemerintah Kecamatan Panggarangan Gelar Pisah Sambut

Amaq Dirah mendaftarkan diri untuk berhaji di tahun 2003 melalui di Kota Mataram.

Mestinya ia bisa diberangkatkan sekitar tahun 2016 atau 2017. Namun beberapa kendala ia temukan salah satunya adalah kuota untuk JCH Kota Mataram selalu penuh bahkan untuk belasan tahun berikutnya.

Sampai pada tahun 2018 ini, namanya  masih saja luput dari list nama-nama JCH yang berangkat tahun ini. Padahal pihak keluarga sangat berharap, Amaq Dirah bisa diberangkatkan.

Menurut keponakannya, Ahmad Zakaria, Amaq Dirah  hampir putus asa dengan kondisi tersebut. Apalagi di saat mendaftar, Amaq Dirah sudah berusia sekitar 80 tahun.

Berkat musyawarah dengan keluarga,  akhirnya Amaq Dirah disarankan untuk memilih daerah Lobar sebagai asalnya dalam list JCH. Dengan masuk dalam jalur JCH lansia, ia akhirnya bisa ditetapkan untuk bisa menunaikan ibadah haji di 2018 ini.

Baca Juga:  Pemerintah Kecamatan Panggarangan Gelar Pisah Sambut

“Kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada Pemerintah dan Kantor Kemenag Lombok Barat yang telah memberikan jalan, walaupun melalui jalur lansia agar paman saya bisa berangkat tahun ini”, tutur Ahmad sebagai keponakan Amaq Dirah.

Ahmad menuturkan bahwa ia dan keluarga mulai mengurus kepindahan Amaq Dirah dari Kodya Mataram ke Lobar,

“Kalau tidak salah awal-awal bulan Puasa kemarin, kemudian kami mulai mengumpulkan berkas-berkas lalu melunasi sisa tambang haji,” tutur Ahmad.

Ahmad berharap ada perhatian khusus buat pamannya karena  Amaq Dirah sudah sedikit terganggu pendengarannya karna faktor usia.

Amaq Dirah dilepas bersama 131 JCH untuk bergabung dengan JCH dari dua daerah lainnya di Asrama Haji Kota Mataram.

Sebelumnya Bupati Lobar Haji Fauzan Khalid di tempat yang sama sudah melepas 450 orang JCH yang tergabung dalam Kloter 3 dan telah diberangkatkam tanggal 21 Juli lalu.

(Rahmat)

KOMENTAR
Share berita ini :