IMG-20211129-WA0002

Penulis : Efraim Baitanu | Editor : Febry Ferdyan

NTT, newsmetropol.id– Patut diberikan acungan jempol dan proficiat kepada Kepala UPT Kebersihan Dinas PRKP Kabupaten Timor Tengah Selatan (Kab. TTS) karena target Pengahasilan Asli Daerah (PAD) yang ditetapkan pemerintah daerah melaui Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) telah melampaui target di bulan November 2021 saat ini.

Demikian dijelaskan Kepala UPT Kebersihan Dinas PRKP Kab. TTS Semual Piter Nenabu, Amd., di ruang kerjanya, Jumat (26/11/2021) menjelaskan, bahwa hingga bulan November 2021 posisi saat ini target PAD yang ditetapkan pemerintah daerah melalui APBD sebesar Rp.33.280.000.00 kini melampaui target hingga bulsn November saat ini penghasilan mencapai Rp.36.205.000.00 (108,79 persen) dari target (100) persen target awal.

Dia menjelaskan lebih jauh, jika penghasilan yang ada bersumber dari 743 pelanggan sampah yang di jemput petugas di rumah dan pertokoan setiap hari Selasa dan Kamis dalam satu minggu, sedangkan hari Senin dan hari Rabu petugas mengangkut di Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk pemasukan sampah tiap bulan kecil yakni Rp.2 Juta sampai Rp.3 Juta.

Kendati demikian dia mengakui ada sisi kelemahan yang sebelumnya dihadapi personil petugas kebersihan di mana dirinya baru di lantik September Juni 2021 lalu, namun atas kerja keras dirinya menggenjot pemasukan dari target hingga melampaui target APBD yang ditetapkan pemerintah daerah dan DPRD Kab. TTS.

“Pola dan strtegi yang dipakai untuk menggenjot penghasilan dari sampah maksimal dengan setiap hari tepat pukul 04:00 wita dinihari, kami telah stanbay di jalan umum untuk langsung menjemput staf sebanyak 64 orang dan mulai bergerilya keliling di seluruh Kota SoE hingga tepat pukul 07:00 wita seluruh Kota SoE dari mulai lorong-lorong, jalan umum, pertokoan, perkantoran sudah bersih rapi dan sejuk karena sampah sudah selesai dibersihkan oleh petugas,” kata Semual Piter.

Semual Piter menjelaskan, bahwa jumlah Tempat Penampungan Umum (TPU) satu lokasi di Nonohonis namun untuk Tempat Penampungan Sementara (TPS) sebanyak 44 unit yang di bangun di Kota SoE, ementara untuk pembersihan di jalun umum Jalan Negara Timor Raya itu dilakukan satu minggu dua kali yang dibagi dua kelompok jalur kota SoE ke Kota Kupang, kota Propinsi NTT, di pintu masuk Batuputih itu satu kelompok sedangkan jalur Kota Kefamenananu Kab TTU tepatnya di pintu masuk Polen itu, satu kelompok satu minggu dua kali pembersihan, sedangkan di Kota SoE rutin tiap hari tepat pukul 07:00 wita dini hari wajah Kota SoE sudah bersih dan rapih bebas dari kumuh sampah.

Sementara, kata dia, kelemahan lain yang menjadi kendala adalah armada pengangkut sampah hanya 5 unit 3 unit normal sedangkan 2 unit lainya sementara di service karena mengalami rusak berat.

“Kami mengharapkan agar ada penambahan armada mobil dum truk mengingat memasuki musim hujan intensitas sampah meningkat sedangkan fasilitas penunjang tidak memadai,” ujarnya.

Semual.Piter menjelaskan, bahwa area operasi sampah pada tahap awal yakni pembersihan got dan drainase, selanjutnya sisir pinggir jalan kota SoE, got depan rumah kabatan Bupati, perkantoran Telkom, Adipura, Pertanahan, Perempatan lampu merah dan lorong-lorong pasar inpres, sedangkan pertokoan yang lain terkadang mereka memiliki pengangkut tersendiri yang langsung diantar ke tempat penampungan umum.

“Namun kita sudah ultimatum jadwal pengangkut tidak boleh melewati pukul 05:00 wita dini hari jika ada yang membangkang dan mengangkut sampah melewati ketentuan atau lupa dan lalai maka kita berikan denda atau sanksi,” tutup Semuel alias Sempy Nenabu.

KOMENTAR
Share berita ini :