Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar.
Tripoli, NewsMetropol – Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar menegaskan bahwa Turki akan selalu membantu Libya untuk menjaga integritas, keamanan, dan memastikan kemakmuran rakyatnya.
Hulusi Akar, yang tiba di Libya pada Senin bersama dengan panglima militer Turki Jenderal Yasar Guler, mengungkapkan kepada wartawan tentang rincian kunjungannya.
“Kami ada di sini atas undangan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kami akan selalu berdiri bersama saudara-saudara Libya kami, yang memiliki irisan sejarah dan budaya yang sama selama 500 tahun,” ungkap dia seperti dikutip Anadolu Agency, Rabu (19/8).
Akar mengatakan Turki akan melakukan semua yang diperlukan agar Libya dapat menjaga integritas, keamanan, dan kemakmuran rakyatnya.
Menteri Turki Akar bertemu dengan Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj, Menteri Dalam Negeri Fathi Bashagha, dan Khalid al-Mishri, ketua Dewan Tinggi Negara Libya selama kunjungan tersebut.
Dia juga melakukan pertemuan trilateral dengan Sarraj dan Menteri Pertahanan Qatar Khalid bin Mohamed al-Attiyah.
Akar mengatakan Turki memberikan dukungan pelatihan militer kepada Libya sebagai bagian dari kesepakatan yang ditandatangani antara kedua negara tentang kerja sama keamanan dan militer.
“Kami juga menyalurkan bantuan kemanusiaan di sini dan memberikan segala macam dukungan untuk rumah sakit. Tim penjinak bom kami bekerja untuk membersihkan bom ranjau di mana-mana. Kami melakukan segala hal untuk melindungi warga sipil,” lanjut dia.
Semua harus tahu kasus kuburan massal di Tarhuna
Menhan Turki menekankan pasukan Jenderal Khalifa Haftar dari Libya timur melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius.
“Kami berada di sisi yang benar. Kami mendukung pemerintah yang diakui PBB dan integritas teritorial dan politik Libya. Kami peduli dengan kesejahteraan rakyatnya. Kami berupaya untuk mempertahankan gencatan senjata,” kata Akar.
“Setiap orang harus melihat kuburan massal di Tarhuna dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di sana. Kami sekarang tahu siapa yang mendukung pasukan ilegal [Haftar] melawan GNA,” imbuh dia.
Akar mengungkapkan dirinya berharap perdamaian akan segera terwujud di Libya dan rakyat Libya akan hidup dengan aman.
Isu Mediterania
Mengomentari situasi di Mediterania Timur, Akar mengatakan Turki sepenuhnya bergerak sejalan dengan hukum internasional untuk melindungi hak dan kepentingannya sendiri, dan kepentingan saudara-saudaranya di Republik Turki Siprus Utara (TRNC).
“Apa yang kami lakukan di Mediterania Timur sepenuhnya transparan. Kami menghormati hak dan kepentingan tetangga kami. Kami akan terus melakukan segala yang kami bisa untuk mengamankan hasil kegitatan kami dalam waktu dekat,” kata menteri Turki.
Dia menegaskan kembali bahwa perjanjian zona ekonomi eksklusif antara Yunani dan Mesir benar-benar “dianggap tidak sah dari awal.”
“Perjanjian ini tidak hanya batal, tapi juga merugikan rakyat Mesir dan Yunani. Kami mengajak semua orang untuk menggunakan akal sehatnya soal ini; Setiap orang harus melihat bahwa ketegangan yang ada tak akan bermanfaat bagi siapapun,” kata Akar.
Akar juga menegaskan kembali komitmen Turki untuk melanjutkan operasinya “dengan tekad yang kuat” di wilayah tersebut.
(Red/AA)
