Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar.
Ankara, NewsMetropol – Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menegaskan, Turki siap menanggapi semua intervensi terhadap kapal survei energinya di Mediterania Timur.
“Tidak ada intervensi terhadap kapal kami yang dibiarkan begitu saja. Kami ingin semua orang tahu bahwa kami pantang menyerah dalam masalah ini,” kata Hulusi Akar dalam konferensi video dengan komandan tertinggi di Mediterania Timur dan Laut Aegea seperti dikutip Anadolu Agency, Sabtu (15/8).
Selain itu kata dia, pihaknya akan terus melakukan aktivitas energinya hingga beberapa hari ke depan.
“Kami bertekad untuk melindungi hak dan kepentingan kami di laut kami dan siap melakukan apa yang diperlukan dan kami mampu melakukannya,” ujar Akar lagi.
Dia juga mengatakan bahwa Republik Turki tidak ingin merebut tanah siapa pun dan menghormati integritas teritorial dan politik tetangganya.
“Yunani tidak mengakui hukum internasional di Laut Aegea dan Mediterania, hanya egois, tuntutan sepihak dan pendekatan yang melindungi kepentingannya sendiri dan tidak sesuai dengan fakta,” tambahnya.
Akar juga menekankan bahwa perjanjian pembatasan maritim yang ditandatangani pekan lalu antara Yunani dan Mesir tidak memiliki dasar hukum
“Kami berusaha menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan dengan cara ini tidak sesuai dengan alasan, logika atau hukum apapun dan itu tidak menguntungkan siapapun,” terangnya.
Dia juga menegaskan bahwa perselisihan internasional harus diselesaikan melalui dialog sebagai alat paling penting dalam menyelesaikan masalah antara Turki dan Yunani.
(Red/Sumber)
