IMG-20200930-WA0030

Ilustrasi Pesawat tempur SU-25.

Baku, NewsMetropol – Presiden Azerbaijan Ilham Aliyef membantah tudingan Armenia yang menyebut Turki dibalik jatuhnya pesawat jet SU-25 miliknya.

“Tuduhan tentang partisipasi Turki dalam perang adalah berita palsu,” jelas Ilham Aliyef melalui akun media sosial, Rabu (30/9).

Menurut Aliyef, pihak Armenia sengaja membollow-up berita keterlibatan Turki, agar Turki disalahkan atas kekalahannya di medan pertempuran melawan Azerbaijan.

“Armenia harus menerima kekalahannya dan perang tersebut bukan urusan mereka (Turki),” ujarnya lagi.

Dia menambahkan bahwa Turki tidak terlibat dalam penembakan pesawat tempur Armenia meskipun negara Erdogan tersebut merupakan tempat Azerbaijan membeli alusistanya.

Senada dengan itu Kepala Dinas Penerangan Militer Azerbaijan, Kolonel Vagif Dargahli mengatakan tudingan Armenia itu merupakan upaya provokatif.

Sementara itu sebelumnya juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga membantah klaim Armenia yang menyebut Jet Tempur F-16 Turki menembak pesawat tempur Su-25 milik Armenia.

Bantahan tersebut disampaikan setelah sebelumnya pihak Armenia menuding Jet Tempur F-16 Turki telah menembak Jet Tempur Su-25 miliknya.

Pejabat di Yerevan mengatakan insiden itu terjadi di wilayah udara Armenia dimana pilot Su-25 juga tewas.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Ankara mengatakan bahwa hal itu akan membantu Azerbaijan mengusir “Agresi Armenia”.

Armenia sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya siap untuk menggunakan rudal balistik Iskander buatan Rusia di wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan jika Turki menyebarkan jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat untuk mendukung Azerbaijan.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :