Barang bukti berupa Miras yang diamankan oleh tim gabungan patrol TNI yang diserahkan oleh Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Ari Aryono kepada Kepala Pos Bea Cukai Sebatik Ilyas Mukhtar.
Nunukan, Metropol – Aparat gabungan counter attack yang terdiri dari prajurit Pos TNI AL Sei Pancang dan Prajurit Satuan Tugas Marinir (Satgasmar) Ambalat XXII berhasil mengagalkan percobaan penyeludupan Minuman Keras (Miras) ilegal asal Tawau, Malaysia.
Upaya penyeludupan minuman ilegal itu rencananya akan disuplay ke Ibu Kota Kaltara yakni Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Namun sebelum berhasil diselundupkan, aparat gabungan berhasil mengamankan Miras tersebut di Dermaga Kayu, Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kamis (14/12) sekira pukul 22.30 Wita.
Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Nunukan, Letkol Laut (P) Ari Aryono menceritakan kronologis peristiwa itu berawal saat pada Kamis (14/12) tim patroli gabungan memeriksa sebuah perahu yang dinahkodai oleh Ruslan bin Yunus warga RT 04 Desa Sei Pancang, Sebatik Utara ketika baru saja sandar di Dermaga Kayu.
Dalam pemeriksaan itu kata dia, petugas patroli menemukan 52 kardus Miras yang didatangkan dari Tawau, Malaysia.
52 kardus minuman keras berbagai merk yang rencananya akan dibawa ke Tanjung Selor itu tanpa dilengkapi dengan dokumen yang resmi.
“Perahu yang digunakan menurut nahkoda adalah milik Sudirman yang juga warga Desa Sei Pancang. Dari hasil pemeriksaan tim gabungan, berhasil menemukan Miras dengan merk Redbull, Labour, Blackjack sebanyak 624 botol atau sebanyak 52 kardus,” jelas Danlanal kepada wartawan di Pos TNI AL Sei Pancang, Jum’at (15/12).
Selain menemukan miras di dalam perahu tersebut kata dia, petugas juga menemukan alat hisap sabu-sabu yang dicuriga adalah milik nahkoda kapal.
Untuk selanjutnya, miras beserta barang bukti lainnya diserahkan kepada pihak Bea dan Cukai Sebatik guna proses hukum yang lebih lanjut.
“Kita juga menemukan satu alat hisap sabu-sabu. Semua barang bukti kami serahkan kepada pihak Bea Cukai Sebatik untuk proses hukum selanjutnya,” tutupnya.
(Ram/Guntur)
