Ketua Pelaksana National Travel Fair, Didin Darianto (Tengah baju Putih) bersama Ketua HPPI kota Batu dan anggota, Selasa (6/11).
Batu, NewsMetropol – Menjual Kota Batu sebagai Kota Wisata yang patut dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara melalui daya tarik keindahan tempat wisata alam maupun buatan, Himpunan Pengusaha Pariwisata Indonesia (HPPI) Kota Batu akan mengadakan acara National Travel Fair 2019.
Agenda tersebut sekaligus bentuk dukungan terhadap visi misi Walikota Batu Dewanti Rumpoko dalam Tag linenya “Desa Berdaya Kota Berjaya”.
Usai bertemu dengan Kabid Promosi Dinas Pariwisata Kota Batu di Balai Among Tani atau lebih dikenal dengan nama BO (Block Office) pada Selasa (6/11), Sekretaris HPPI yang juga Ketua Pelaksana, Didin Darianto mengatakan, giat National travel Fair Kota Batu rencananya diadakan bulan Februari 2019. Itu adalah agenda tahunan HPPI yang dilaksanakan bergiliran di seluruh indonesia.
Di Kota Batu sendiri ini adalah yang kedua, sebelumnya bernama Gebyar Table Top Nasional. Untuk tahun 2019 akan lebih memperkuat dalam tema Batu Smart Tourism, dimana nantinya buyer dan seller akan bertemu secara langsung dalam sebuah transaksi melalui berbagai macam keanekaragaman seni budaya, produk UMKM, tempat wisata alam dan buatan hingga trip perjalanan.
“Disini kita juga memberdayakan semua Desa yang memiliki kesiapan dalam menunjukkan pelayanan dan suguhan terbaik kepada para buyer,” kata Didin.
Menurut Didin hal ini akan menguntungkan Kota Batu dalam menggenjot angka kunjungan wisatawan yang datang dari seluruh wilayah indonesia dan mancanegara.
Dijelaskannya, bahwa target peserta sebanyak kurang lebih 500 buyer dari seluruh perusahaan Travel di Indonesia juga mengundang beberapa perusahaan Travel negara luar yaitu Malaysia, India, Tahailand, Singapura dan China.
Masih kata Didin, Batu Smart Tourism ini nantinya juga akan berpengaruh terhadap mindset pelaku wisata dan masyarakat sehingga akan timbul berbagai inovasi, kreatifitas, menciptakan SDM yang bagus serta keterlibatan maximal dari semua pihak.
Secara Tehnis kegiatan dibagi 2 yaitu Table Top A dan Table Top B (Expo), imbuhnya. Table Top A ditempatkan di Graha Pancasila Balai Among Tani Kota Batu, sedangkan Table Top B (EXPO) dilaksanakan di Agrokusuma Kota Batu.
Disana mereka bertemu, berbicara bertransaksi antara buyer dan seller dengan menyuguhkan berbagai macam produk wisata dan oleh-oleh Kota Batu.
Selanjutnya, dalam rangkaian tersebut para buyer masuk program Showing, dimana mereka semua diajak melihat hotel, tempat wisata, seni budaya serta berkeliling desa wisata Kota Batu sesuai Trip yang dituju.
“Untuk mensukseskan kegiatan ini kami menggandeng Dinas Pariwisata yang menjadi leading Sektor,” lanjut Ketua Pelaksana yang berkantor di Jl. Kartini No. 1 di Alun-alun Kota Batu
“Ini wujud sinergitas yang harus terbangun antara pemerintah dan pelaku wisata dengan saling mendukung, maka saya yakin Batu akan bisa menjadi tujuan wisata nomor 1 di Indonesia,” tambahnya.
(Yud/Rin)
