Serang, NewsMetropol – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 39 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) tahun 2021 membentuk paguyuban wirausaha mandiri bagi para Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kampung Peres, Desa Pulau Panjang, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Diki selaku Penanggung Jawab Bidang UMKM menjelaskan, bahwa paguyuban wirausaha mandiri dibentuk guna meningkatkan perekonomian masyarakat di Pulau Panjang, terkhusus para ibu rumah tangga yang memiliki waktu luang.
Kegiatan Paguyuban ini resmi dibentuk pada 15 Agustus 2021. Dengan struktur kepengurusan yang diketuai Ratu Khulikot bisa disapa Ibu Ikot, Sumyati menjadi Bendahara, dan Atin menjadi Sekretaris, kemudian para anggota dari Ibu-ibu pengajian.

Menurut Ovi sebagai Anggota Bidang UMKM mengatakan, bahwa tujuan dari dibentuknya paguyuban ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar, terutama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Paguyuban ini nantinya diharapkan akan terus berjalan sesuai dengan apa yang telah dirancang oleh kelompok KKM 39 Pulau Panjang.
“Allhamdulilah dalam waktu singkat kita langsung berproduksi mengingat kita juga sudah dapat suntikan dana dari PT. SAMUDRA MARIN INDONESIA,” ujar Ovi kepada NewsMetropol, Sabtu (21/08/2021).

Ainun Anggota Bidang UMKM juga menambahkan, bahwa produk yang dihasilkan merupakan produk yang berasal dari olahan hasil laut yang melimpah ruah.
“Pulau Panjang bisa terbilang penghasil Ikan yang melimpah dikarenakan lokasi desa dikelilingi oleh lautan yang membentang luas, lokasi tersebut mempermudah proses produksi karena langsung bersentuhan dengan hasil tangkap nelayan yang berasal dari ekosistem laut,” jelasnya.
Ainun mengatakan, bukan hanya olahan ikan, namun kedepanya sumber daya yang akan digunakanpun ada yang bersumber dari darat, banyaknya pohon pisang yang tumbuh di dataran pulau panjang akan dijadikan produk yang bisa dipasarkan.
“Inovasi serta kreatifitas dari anggota KKM 39 akan dikolaborasikan dengan sentuhan tangan kereatif anggota paguyuban sehingga dapat menghasilkan produk yang baik, menarik dan mudah di dapat yang nantinya dipasarkan secara luas dengan menggunakan terknologi 4.0,” katanya.
Dosen Pembimbing lapangan KKM 39, Dedy Kh., mengungkapkan, bahwa observasi awal pada saat akan mulai pelaksanaan KKM menemukan bahwa industri rumahan di Kampung.Peres masih sangat minim karena terlihat hanya satu produk yaitu dodol rumput laut, padahal secara peluang masih ada yang berpotensi di hasil dari laut.
Atas dasar usulan itu menyarankan agar membentuk sebuah paguyuban ibu-ibu dimana di dalamnya di bina, diarahkan selain itu juga di dorong agar memiliki legalitas hukum, untuk mempermudah administrasi kedepanya. Arahan tersebut ditambahkan mulai dari pemilihan bahan, proses sampai ke pemasaran. Untuk pemilihan bahan dan proses ibu-ibu lebih berpengalaman, yang menjadi titik fokus kedepanya disarankan dalam hal kemasan dan pemasaran agar bisa menerapkan metode e commerce.
Ketua Paguyuban Ikot mengatakan, bahwa hasil dari kegiatan ini sangat dirasakan positif dan menjadi gairah baru oleh pelaku usaha nantinya.
“Terutama warga Peres dengan ilmu yang dirasakan melalui metode pemasaran yang dipasarkan secara online sekaligus mengenalkan produk Pulau Panjang beserta nama Pulau panjang itu sendiri sehingga masyarakat di Provinsi Banten memgetahui keberadaan Pulau Panjang, dengan tujuan dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung,” pungkasnya.
(Harun/KKM 39 UNIBA)

