Penulis : Syaripudin Uwa Endin | Editor : Febry Ferdyan
LEBAK, newsmetropol.id – Tiga orang terlahir dari keluarga kurang mampu mengalami benjolan di hidung, peristiwa ini terjadi di Desa Gunung Wangun, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.
Imas ibu dari Nurdin kepada newsmetropol.id, Senin (14/02/2022) memaparkan, bahwa Nurdin telahir sejak tahun 2007 dengan keadaan hidungnya terdapat benjolan. Awalnya benjolan itu biasa saja, tapi makin kesini makin membesar benjolan tersebut, sedangkan suaminya Ajum sudah meninggal 3 tahun yang lalu.
Lanjut Imas, anaknya Nurdin belum pernah dibawa ke rumah sakit mengingat biayanya yang tidak ada, sehingga sampai sekarang belum pernah membawa Nurdin ke rumah sakit ataupun di periksa ke dokter. Untuk sekarang kondisi Nurdin semakin parah, dia sering merasakan sakit, dan memakai bajupun sudah tidak bisa, makan dan minumpun disuapin.
“Berbicara bisa, cuman nggak bisa jelas. Jadi harus praga saja. Harapan saya sebagai orang tua Nurdin semoga ada bantuan dari dermawan dan pemerintah, baik itu dari pemerintah daerah kabupaten, provinsi maupun pusat, semoga harapan saya ini bisa terkabulkan,” tutup Imas.
Terpisah Kepala Desa Gunung Wangun Ukan memgatakan, bahwa warganya yang mengalami benjolan dari sejak lahir ada tiga orang, diantaranya; Nurdin Bin Ajum (16/7/2007) di Kampung Sukalaksana RT.001 RW.004; Lina binti Sukendar (10/12/2010) di Kampung Sukalaksana, RT.001 RW.004; dan Suherti binti Jumsari di Kampung Pasir Pilar, RT.002 RW.006, Desa Gunung Wangun, Kecamatan Cibeber.
“Ketiganya benjolan tersebut bawaan dari lahir, mereka lahir dari keluarga tidak mampu, dan sampai sekarang belum pernah di bawa ke rumah sakit atau di periksa dokter, alasannya biaya yang tidak ada. Padahal sudah saya sodorkan membuat KTM dari Desa, mereka masih saja menolaknya,” jelas Jaro Ukan.
Lanjut orang terlama menjadi Kades ini, mungkin untuk sekarang pihak orang tuanya sudah siap untuk di periksa dokter dan berobat. Pihaknya dari desa siap membuatkan surat keterangan tidak mampu, agar segeea ditangani hingga mungkin di operasi.
“Semoga dengan jalan ini, kami mengharapkan ada donatur atau para dermawan yang bisa membantu. Bantuan tersebut berupa apapun pasti kami terima, dan semoga pemerintah daerah maupun pusat bisa membantu supaya anak-anak tersebut bisa hidup selayaknya orang biasa,” tutup Ukan.
