Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban, memimpin rekonstruksi perampokan rumah dengan tersangka Nur Ain.
Lumajang, NewsMetropol – Rekonstruksi kasus pencurian sepeda motor di Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang, Jum’at kemarin (26/7) menyisakan cerita menarik.
Pasalnya, pelaku yang bernama Nurul Ain (50) warga Desa Selok Besuki Kecamatan Sukodono mengaku selalu membaca mantra setiap kali akan melaksanakan kejahatannya.
Kata dia, Mantra itu ia dapatkan dari temannya yang bernama Harso pada saat keduanya sama-sama mendekam di Lapas Lumajang karena kasus yang sama beberapa waktu yang lalu.
Mantra tersebut berbunyi “ojok nglilir nglilir, turuo koyok wong mati sampek isuk” yang jika di terjemahkan dalam bahasa Indonesia berbunyi ‘jangan bangun, tidurlah seperti orang mati sampai pagi’.
Dalam prakteknya pun juga cukup mudah, pelaku cukup membaca mantra tersebut dengan kepercayaan yang tinggi tanpa melakukan hal lainnya lagi. Setelah itu barulah ia mencongkel jendela rumah yang tak dilengkapi teralis besi serta selanjutnya membuka pintu untuk jalan masuknya.
Terbukti, Nurul mengatakan setiap kali ia membaca mantra tersebut maka seluruh orang yang berada di dalam rumah menjadi tertidur pulas dan tak merasakan rumahnya telah disatroni pencuri.
Selain itu, Nur Ain mengatakan bahwa mantranya tersebut dia baca dengan penug kepercayaan dari dalam hatinya “Saya tidak pernah belajar ilmu spiritual. Mantra yang saya baca murni dari kepercayaan dari diri saya. Saya juga tidak memiliki pantangan ataupun jimat setiap kali akan mencuri,” ungkap Nur Ain, Sabtu (27/7).
Menyikapi hal itu, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban yang memimpin rekonstruksi tersebut mengatakan bahwa pelaku melancarkan aksinya sendirian.
“Setiap kali ia melancarkan aksinya, Nur Ain selalu bekerja sendiri. Ia mengaku memiliki mantra agar sang pemilik rumah tak menyadari kehadirannya. tadi dia contohkan bagaimana dia membaca mantranya,” ujar Arsal.
Untuk itu, Arsal menghimbau kepada warga agar meningkatkan keamanan rumah masing-masing dengan memasangi teralis besi di setiap jendela ataupun memilih grendel jendela yang sulit dicongkel.
“Jangan beli grendel karena murahnya tapi karena keamanannya. Selain itu jangan meninggalkan kunci motor menancap di kontaknya. Serta yang terakhir, dekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena mantra sekuat apapun akan kalah dengan kuasa-NYA,” pesan Arsal.
Sebagaimana diketahui, Nur Ain telah menjalankan aksi perampokan sebanyak 27 kali dimana 24 kali berhasil membawa motor dan barang perhiasan di rumah korbannya. Kegagalannya sebanyak tiga kali tersebut disebabkan dalam menjalankan aksinya Nur Ain mengaku lupa membaca mantranya sehingga sang pemilik rumah terbangun.
(Red)
