Kapolres Barru AKBP Burhaman saat menerima aspirasi peserta aksi damai Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Barru terkait tewasnya sahabat Randy, di Markas Polres Barru, Rabu malam (2/10).
Barru, NewsMetropol – Kapolres Barru AKBP Dr. Burhaman mengatakan, pihaknya turut berduka atas gugurnya Randy saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Sultra pekan lalu.
“Sebelumnya kami turut ucapkan belasungkawa atas meninggalnya dalah satu kader PMII, Randy,” kata AKBP Burhaman saat menerima aspirasi peserta aksi damai Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Barru terkait tewasnya sahabat Randy di Markas Polres Barru, Rabu malam (2/10).
Kepada peserta aksi, AKBP Burhaman juga mengatakan bahwa aspirasi PMII Barru terkait kasus meninggalnya aktivis PMII sahabat Randy di Kendari itu akan diteruskan ke Mabes Polri.
Lanjut Kapolres, kasus tersebut telah dalam penyelidikan Tim Investigasi yang dibentuk Mabes Polri.
Kata dia, bahkan Tim Investigasi telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap oknum pelaku penembak sahabat Randy.
“Perlu kami ingatkan, bahwa Polri saat sementara bekerja menangani kasus sabahat kita Randy. Jadi tidak usah khawatir karena ini masih dalam pengembangan atau penyelidikan, dan hasil penyelidikan sementara peluru tidak bersarang ke tubuh alm Randy sehingga dipertajam lewatnya peluru tersebut jenis peluru apa sehingga bisa diketahui senjata apa dan milik siapa karena yang menggunakan senjata sekarang ini banyak,” jelasnya.
Dia mengingatkan agar siapapun tidak mengeluarkan pernyataan yang bersifat memvonis pelaku penembakan yang mengakibatkan gugurnya mahasiswa itu.
“Jangankan TNI-Polri, KPLP Perhubungan, PAM Swakarsa termasuk preman punya senjata. Dan tidak boleh memvonis bahwa senjata polisi, karena lagi diperiksa melalui labfor,” pungkasnya.
(Red)
