Surat Pernyataan M. Saleh Mude.
Jakarta, NewsMetropol – Mantan PengurusIkatan Pelajar-Mahasiswa Indonesia asal Sulawesi Selatan (Ikami) Muhammad Saleh Mude menegaskan dirinya netral dalam proses pemilihan Ketum Ikami periode 2019-2020.
Pernyataan Saleh tersebut dimaksudkan untuk mengklarifikasi adanya Issu yang menyebut dirinya memihak salah satu kubu pada Musyawarah Nasional (Munas) Ikami yang digelar di Wisma Hafid, Cileungsi, Jawa Barat, Jum’at (26/12) lalu.
“Info itu tidak benar. Saya ini adalah tidak punya kepentingan apalagi pengaruh di kalangan junior saya di Ikami,” tegas Saleh dalam pernyataan tertulisnya, Ahad (29/12).
Saleh mengakui bahwa dirinya bersama Wahida Laomo sempat menemui peserta Munas saat itu.
Namun kata dia, dalam pertemuan itu dirinya dan Wahida Laomo lebih banyak mendengarkan informasi dari para peserta Munas.
“Saya dan kak Wahidah Laomo memang datang ke Jalan Talang menemui adik-adik di sana, Kamis malam. Kami lebih banyak mendengar mendengar proses Munas versi mereka,” ujarnya lagi.
Lanjutnya, dalam pertemuan itu, dirinya dan Wahida Laomo hanya berpesan kepada semua peserta Munas untuk bersatu guna kebesaran Ikami
“Kami hanya berharap segera bersatu, demi kebesaran Ikami,” jelasnya.
Dia juga menegaskan bahwa Ikami yang notabene merupakan dapur intelektual perantau terpelajar asal Sulawesi Selatan harus dibesarkan.
Untuk itu, penulis biografi para Tokoh asal Sulawesi Selatan ini berharap agar para juniornya di Ikami segera bersatu untuk membesarkan Ikami.
“Saya ikut berdoa adik-adik Ikami segera bersatu untuk membesarkan Ikami sebagai dapur intelektual perantau orang terpelajar asal Sulawesi Selatan,” terangnya.
Sebagai informasi bahwa Zulfikar Iqbal, aktivis Ikami Bandung, Jawa Barat telah dinyatakan terpilih untuk memimpin Ikami masa bakti 2019-2020.
Tapi sebagian Peserta Munas walk out dan menuding proses pemilihan itu tidak demokratis alias inkonstitusional.
Mereka ini menepi dari arena Munas dan memilih ke Jalan Talang, Jakarta Pusat, markas Asrama Ikami.
Salah satu orang yang pertama menulis dan memviralkan berita keterpilihan Zulfikar adalah M. Saleh Mude, mantan Pengurus Ikami dan penulis biografi tokoh-tokoh.
Atas postingan berita yang diviralkan itu, Saleh kemudian dituding memihak salah satu kubu dalam Munas Ikami.
(Red)
