Penulis : Kontributor Pendim Kodim 1621 TTS | Editor : Efraim Baitanu Fan
NTT, newsmetropol.id – Kerja keras TNI-Polri untuk mengejar target 70% masyarakat Indonesia bebas vaksin di akhir tahun 2021 Babinsa Kodim 1621 TTS Koramil 03 Mollo Utara dan Babinkamtibmas Polsek Mollo Utara kejar warga di pelosok untuk mengikuti vaksinasi, Sabtu (12/12/2021).
Dandim 1621/TTS Letkol Arm Roni Hermawan, SH., MM., mengatakan bahwa topografi di wilayah Koramil 03 Mollo Utara sangat sulit di tempuh dimana kondisi jalan berbatuan, berlumpur dan juga kondisi jalan naik turun gunung mengakibatkan petugas sulit untuk menemui warga, apalagi musim hujan seperti saat ini masyarakat di sana semua tinggal di kebun karena bekerja membersihkan tanaman yang sudah di tanam awal musim tanam saat hujan pertama.
“Namun kondisi itu tidak menjadi halangan anggota kita mendampingi petugas medis menemui warga di pelosok untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat berdasarkan perintah Komando atas,” katanya.
Diceritakannya kembali, bahwa lebih parah lagi untuk menempuh wilayah Kecamatan Nunbena, petugas harus melintasi sejumlah sungai besar tanpa jembatan, di musim seperti ini sungai-sungai tersebut sedang meluap dan sangat menyulitkan petugas menyebrang namun petugas kita beserta media tetap berusaha untuk melewati hingga dapat menjangkau masyarakat untuk melayani mereka baik yang tinggal di kebun-kebun dan juga dipemukiman pasalnya paling banyak masyarakat tidak tinggal di pemukiman rumah tetapi di kebun.
Walau menghadapi kondisi medan yang extrim seperti ini tidak menghalangi para pejuang-pejuang Vaksin Kecamatan Nunbena seperti Babinsa Kecamatan Nunbena Serka Zakarias Poli, Praka Jose Dasilva sedangkan dari Bhabinkamtibmas Nunbena Bripka Yoga untuk selalu bergandeng tangan, bahu-membahu dalam melakukan pendampingan terhadap petugas medis Puskesmas Lilana dalam melaksanakan vaksinasi dosis 1 jenis vaksin Pfizer dan Astra Zeneca bagi masyarakat umum, Lansia, remaja, dan ibu hamil yang bertempat di Dusun 02 Nefolila, Desa Noebesi, Kecamatan Nunbena, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Untuk menempuh wilayah tersebut, petugas melintasi 12 sungai besar yang saat ini sedang meluap karena intensitas hujan sangat tinggi. Itu sebabnya petugas mulai star ke wilayah tersebut sejak hari Jumat (10/12/2021) lalu dan baru tiba Sabtu (11/12/2021) kemarin,” kata Dandim.
Dandim Roni menjelaskan, bahwa dari laporan Babinsa dan Bhabinkamtibmas petugas medis berhasil melayani 24 orang dosis 1 jenis Pfizer dengan uraian Lansia 4 orang, masyarakat umum 12 orang, remaja 6 orang, ibu hamil 1 orang, pelayan publik 1 orang, sedangkan dosis 1 jenis Astra Zeneca 129 orang dengan rincian masyarakat umum 121 oran, Lansia 8 orang dengan total masyarakat yang di vaksin di wilayah itu sebanyak 153 orang yang terupdate.
Dokter pendamping dr. Advendanu Nur Kristaji di dampingi tenaga medis sebanya 12 orang, untuk stok obat jenis Astrazeneca 27 vial yang terpakai 13 vial sisa 14 vial, sementara jenis Pfizer stok 33 vial yang terpakai 4 vial yang tersisa 29 vial.
“Kegiatan berjalan aman hingga malam hari walaupun untuk menempuh wilayah yang sangat terisolir itu sangat sulit medannya, namun kita di kejar pimpinan maka apapun kendala kita itu harus di tempuh,” utup Dandim Hermawan.
