Si Begal Mat mencium tangan emak – emak pada saat rekonstruksi kasus begal yang dipimpin Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban, di Desa Merakan Kecamatan Padang, Sabtu (28/9).
Lumajang, NewsMetropol – Ada hal unik saat rekonstruksi kasus begal yang dilakukan Mat (31).
Pasalnya, banyak emak-emak yang langsung ‘menyemprot’ pelaku karena perbuatan kejinya tersebut.
Suhartini, salah satu emak-emak yang tak kuasa menahan amarahnya mengatakan pelaku sudah lagi tak bisa dikasihani.
“Kamu sekarang nangis minta maaf, ingat dulu waktu nge-begal kamu dengan keji memukul korban. Istighfar mas, yang kamu begal itu tetangga saya. Saking pengen nya beli motor, kerja mulai shubuh sampai maghrib. Dan tiba-tiba seenaknya kamu ngambil motornya. Kelakuanmu sudah mirip setan,” teriaknya dengan penuh amarah.
Bahkan, teriakan warga terdengar agar Tim Cobra menembak mati pelaku juga terus terdengar saat pelaku meminta maaf.
Pelaku pun sampai meminta maaf sambil mencium tangan dan kaki warga karena takut di amuk oleh warga.
“Maafkan saya ya bu, saya janji tidak lagi curi motor. Saya baru sadar kalau korban susah payah beli motor,”ujar Mat.
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban berharap sudah tidak ada lagi begal di wilayah Lumajang.
“Saya membawa dan memperlihatkan pelaku di hadapan masyarakat adalah agar pelaku mendapatkan hukuman sosial dari masyarakat. Hal ini tidak hanya memberikan efek jera kepada pelaku, namun juga membuat malu keluarganya. Dengan demikian, para pelaku lain berpikir melakukan hal serupa dan tak lagi berani melakukan kejahatan kriminal,” ujar pria asal Makassar yang menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Padjajaran itu.
Perlu diketahui, Tim Cobra Polres Lumajang yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang melakukan rekonstruksi begal yang terjadi di Desa Merakan Kecamatan Padang, Sabtu (28/9).
Pelakunya adalah Muhamad alias Mat seorang begal kambuhan dan juga telah melakukan kejahatan curanmor di 20 TKP berbeda.
(Red)
