Pak Wagub Punya Kontribusi Besar Sehingga Sulsel Surplus Beras 2

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo didampingi Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, saat ngopi bareng di Kedai Kopi Phoenam, Jalan Wahid Hasyim, Menteng Jakarta Pusat, Jum’at (19/1).

Jakarta, NewsMetropol – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, capaian Sulsel menjadi lumbung beras nasional tidak terlepas dari kontribusi Agus Arifin Nu’mang yang saat ini merupakan Wakilnya.

“Semua data dan informasi tentang data potensi dan permasalahan pertanian ada sama pak Wagub,” ujar SYL kepada wartawan di Kedai Kopi Phoenam, Jalan Wahid Hasyim, Menteng Jakarta Pusat, Jum’at (19/1).

Kata dia, berdasarkan informasi paripurna yang dimiliki oleh sang Wagub, dirinya dapat merumuskan kebijakan yang tepat dalam membangun pertanian di Sulawesi Selatan.

Gubernur Sulsel dua periode itu juga menegaskan, bahwa Provinsi Sulsel siap menjadi penyuplai beras di Indonesia.

Pernyataan tersebut ditegaskan kembali dalam menyikapi rencana Pemerintah mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton dari luar negeri.

“Stok kami di Bulog saat ini ada 80 ribu ton, dan akhir Januari ini akan ada tambahan 120 ribu ton lagi,” tegas SYL.

Menurut dia, kalaupun impor beras mesti ada maka hendaknya pemerintah memasukannya dalam agenda darurat/emergency karena hal itu dapat meningkatkan kegairahan petani untuk mewujudkan kemandirian pangan.

“Impor beras silahkan saja, jika menjadi emergency agenda ataupun SOS agenda temasuk penetrasi pasar dan operasi pasar kalau itu dibutuhkan,” terangnya.

Dia menegaskan, bahwa pemerintah harus memiliki politicall will untuk dapat memproteksi petani.

“Petani kita harus diperkuat dan dijaga, biarlah petani menikmati harga yang baik buat mereka,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang (AAN) mengatakan, bahwa Provinsi Sulsel siap menjadi lumbung beras nasional.

Pak Wagub Punya Kontribusi Besar Sehingga Sulsel Surplus Beras 7
Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, kepada wartawan di Kedai Kopi Phoenam, Jalan Wahid Hasyim, Menteng Jakarta Pusat, Jum’at (19/1).

“Pemerintah tinggal memberi tugas kepada Pemprov Sulsel menyiapkan stock beras,” ujarnya.

Lanjutnya, Provinsi Sulsel sangat berpotensi menjadi lumbung beras nasional karena Sulsel memiliki luas tanam yang memadai dan juga wilayah yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.

“Luas tanam kita lebih dari satu juta hektar. Selain itu di Sulsel itu terbagi dua daerah yakni Barat dan Timur dimana jika iklim hujan di Barat maka dibagian Timur kering juga sebaliknya. Jadi sepanjang tahun kita bisa berproduksi,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan pengalamannya saat menjadikan sawah tadah hujan, berproduksi lebih dari satu kali dalam setahun.

“Kami programkan pompanisasi yang harganya 1 milyar Rupiah tetapi mampu mengairi 150 hektar sawah. Itu berhasil meningkatkan produksinya lebih dari dua kali lipat,” ujarnya lagi.

Oleh karena itu, AAN berkeyakinan kuat Pemprov Sulsel dapat menjaga ketersediaan stock beras nasional jika Pemerintah Pusat mengamanahkannya.

“Stock beras nasional kan hanya dua juta ton, sementara potensi produksi kita bisa mencapai enam juta ton,” terangnya.

(M. Daksan)

KOMENTAR
Share berita ini :