Suryadin Wondo Tagolan kedua dari kanan saat konferensi pers.
Bogor, NewsMetropol – Suryadin Wondo Tagolan angkat bicara soal video antara dirinya dengan pendemo yang sempat viral di media dan medsos.
Menurut Wondo sapaan akrabnya, pada saat aksi demo yang di lakukan oleh Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Bogor Raya di depan kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, dirinya bukan menghalang-halangi para pendemo.
Wando mengatakan pada saat SEMMI menggelar aksi demo di depan kantor Dispora, disaat bersamaan dirinya hendak keluar karena ada panggilan penting dari teman saya di Kota Bogor.
“Saya kebetulan dari gedung KONI dan mau pergi, sedangkan gerbang Dispora dan KONI itu satu pintu, ya mau nggak mau saya harus melewati pintu itu. Lalu tiba-tiba diantara pendemo ada yang teriak menyebut saya preman. Karena kata-kata itu (Preman-red) saya kembali lagi ke arah pendemo untuk menanyakan apa maksudnya meneriaki saya preman. Akhirnya polisi datang melerai dan saya pun pergi,” ujar Wondo, Kamis (26/12).
Masih kata Wondo, awalnya dirinya sudah tidak mempermasalahkan apa yang sudah terjadi. Tapi karena kejadian antara dirinya dengan pendemo viral di media dan medsos, dia pun tak bisa diam begitu saja.
“Pas malam, saya banyak dikirimin kawan-kawan link berita baik di media dan Youtube. Dalam pemberitaan itu saya merasa disudutkan seolah-olah saya yang memicu kegaduhan pada saat aksi demo,” tegas Wondo.
Ketika ditanya langkah apa yang akan dilakukan menyikapi pemberitaan soal dirinya, Wondo menyebut akan melakukan upaya hukum dengan melaporkan ke pihak berwajib maupun dewan Pers.
“Atas fitnahan ini, saya merasa nama baik saya telah tercemar. Untuk itu saya minta agar pihak terkait yaitu SEMMI dan media yang memuat tentang saya dan juga yang menyebarkan video di Youtube untuk segera meminta maaf secara tertulis di media. Jika tidak ada niat baik dari yang saya sebutkan itu, maka saya bersama tim kuasa hukum akan melaporkan hal ini ke dewan Pers dan juga ke kepolisian,” pungkasnya.
(Wido)
