Penulis : Deni Maita | Editor : Febry Ferdyan
JAKARTA, newsmetropol.id – Penyalahgunaan dan penimbunan solar bersubsidi saat ini semakin marak sehingga berakibat kepada terjadinya kelangkaan BBM jenis solar di beberapa daerah.
Khusus untuk kegiatan ekspor ilegal BBM jenis solar, telah dibentuk Satuan Tugas Anti-Illegal Export BBM Solar di bawah Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi.
Tim ini menyatukan langkah pengamanan perbatasan dari penyalahgunaan BBM solar untuk kegiatan yang melawan hukum. Satgas khusus ini beranggotakan kementerian terkait, Kepolisian RI, TNI Angkatan Laut, Mabes TNI, hingga Badan Keamanan Laut.
Penggagas Suara Hati Rakyat (SHR) DR Ilham Ilyas SHMM., mendukung penuh dengan dibentuknya Satuan Tugas Anti-Illegal Export BBM Solar.
BACA JUGA : Pimum dan Pembina newsmetropol.id : Jaga Nama Baik dan Harus Siap Hadapi Perubahan Untuk Menjadi Besar
BACA JUGA : Raih WTP Sembilan Kali Berturut-turut, Kapolri : Komitmen Penggunaan Keuangan Negara Secara Transparan
Menurut Ilham bahwa disparitas harga yang cukup tinggi antara solar subsidi dan non subsidi, akibat lonjakan harga migas dunia, menyebabkan pengguna solar non subsidi beralih menggunakan solar subsidi.
“Sebab itu yang menjadi celah terhadap adanya mafia Penyalahgunaan Solar Bersubsidi,” katanya.
Ilham mengatakan, kejahatan solar bersubidi dilakukan dengan banyak cara dari mulai bekerjasama dengan oknum SPBU hingga menggunakan dokumen palsu.
Menurut Ilham penyalahgunaan solar bersubsidi bukan hanya oleh pihak pengada namun para pengguna solar ilegal juga harus ditindak agar tidak ada peluang terhadap penyalahgunaan solar bersubsidi terebut.
“Pemerintah harus berani bertindak tegas dan memberikan sangksi terhadap para pengguna solar ilegal,” katanya.
“Saya meyakini ditangan bapak Ahok Pertamina akan tegas dalam menindak tegas oknum-oknum penyalahgunaan solar bersubsidi yang sudah jelas-jelas sangat merugikan negara dan masyarakat,” pungkasnya.
