Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso bersama Kabag Ekonomi Pembangunan Pemkot Batu, Andhang Budhy Harsa, SE., saat sidak, Selasa (5/6).
Batu, NewsMetropol – Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso memimpin sidak sembako kadaluarsa dan memantau harga pangan yang didampingi Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan, Andhang Budhy Harsa, SE., Selasa (5/6).
Wakil Walikota dua periode itu juga bersama tim pengendali inflasi daerah, Satgas Pangan Diskoperindag dan Polres Batu.
Sidak dimulai dari Pasar Batu, dilanjutkan ke Hypermat Lippo Plaza, kemudian ke Pusat Oleh-oleh De Dua dan berakhir di Plaza Batu.
Dalam keterangannya, Punjul Santoso menyampaikan tujuan dari Inspeksi Mendadak (Sidak) untuk melihat harga pangan maupun kondisi makanan, terkait kebutuhan sembilan bahan pokok, seperti Beras, sayur mayur, daging, ikan, ayam ataupun lainnya.
Menurut Punjul, dari hasil sidak menunjukkan di Kota Batu harga masih dalam batas normal seperti telur masuk Rp.20.000, s.d. Rp.22 .000.
Untuk makanan kadaluarsa, kata dia, tidak ditemukan di Pasar Batu, namun makanan beku kadaluarsa terdeteksi ada di Hypermart Lippo Plaza Batu.
Punjul mengatakan, ada beberapa jenis makanan beku melebihi batas kadaluarsa, juga produk bumbu yang tidak ada keterangan kadaluarsa.
“Namun, tim menyimpulkan temuan tersebut masih bisa ditolerir, karena ada satu dua saja, saya lihat bukan kesengajaan, hanya lalai,” katanya.
Beralih ke Pusat Oleh-oleh De Dua, Punjul menjelaskan, bahwa di temukan beberapa makanan yang mendekati masa kadaluarsa.
“Karenanya, Pemerintah menegaskan agar pihak pengelola segera manarik makanan yang akan mendekati masa kadaluarsa agar tidak merugikan kita semua pihak baik konsumen, UMK maupun pengelola pusat oleh-oleh yang ada di Kota Batu,” tegas Wakil Walikota Batu itu.
(Yud/Rin)
