Seminggu di RS Wahidin, Orang Tua Moan Govindo Bayi Asal Torut, Harap Bantuan Pemerintah

Makassar, NewsMetropol – Seorang bayi bernama Moan Govindo Lumban Tobing yang masih berumur 3 bulan yang sejak lahir hingga saat ini sudah mengalami sakit dibagian saluran pencernaannya.

Bayi malang itu merupakan anak dari Okto Royandi Lumban Tobing dan ibunya Monalisa Barandek warga Toraja Utara, kini terkapar di RS Wahidin sejak 1 Minggu yang lalu.

Sebelumnya, Moan sudah dua kali di Rujuk dimana sebelumnya pernah di rawat di RS Tator lalu RS. Palopo, sebelum di operasi di RS Wahidin Makassar.

Mendegar kabar tersebut, Korwil TRCPPA (Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan & Anak) Sulawesi Selatan, Ida Hamidah Langsung bergerak cepat mengunjungi dan melihat langsung kondisi bayi malang tersebut.

Menurutnya, saat ini kondisi Moan sangat memprihatinkan dimana dengan kondisi keluarga yang tidak mampu ia juga harus berusaha menolong bayinya agar dapat bertahan hidup.

“Saat ini kondisi bayi ada lubang dibawah perut bekas operasi Kolostomi, ususnya terpotong akhirnya BAB keluar, perut membesar, dan bahkan kondisi tubuhnya tinggal tulang,” ujar Ida Hamidah yang kerap disapa Ida, pada Senin (11/5).

Ida Hamidah menjelaskan, Kolostomi adalah operasi pembuatan lubang di perut untuk mengeluarkan kotoran alias feses. Jenis operasi ini sering disebut sebagai terapi pengalihan usus, karena tujuan kolostomi adalah menggantikan fungsi usus besar untuk menampung dan mengeluarkan feses, operasi ini dilakukan dengan cara membuka salah satu ujung usus besar, lalu dihubungkan pada bukaan atau lubang (stoma) pada dinding perut, biasanya di sisi kiri perut. Feses tidak akan lagi keluar melalui anus, tapi melalui lubang alias stoma pada dinding perut tadi. Selain itu, Moan juga menderita penyakit Dehidrasi akut dan Sesak napas, sehingga kondisinya sangat memprihatikan. Bahkan harus menkonsumsi Susu Kaleng dengan harga 350 agar dapat memenuhi kebutuhan ASI nya.

“Selain ASI dari ibunya, ia juga harus menkonsumsi susu khusus dengan harga 350 perkaleng agar dapat memenuhi kebutuhan ASI nya,” terang Ida.

Ida menambahkan, kini orang tua Moan hanya bisa berharap agar anaknya segera sembuh serta berharap ada uluran tangan dari pemerintah sehingga dapat mencukupi kebutuhan Moan yang kini melawan maut akibat penyakit yang dideritanya.

“Saat ini orang tua Moan hanya bisa berharap bayinya segera sembuh, serta mendapatkan bantuan dari berbagai pihak dan pemerintah memberikan bantuan sehingga dapat mencukupi kebutuhan Moan agar dapat bertahan hidup dan bisa lekas sembuh,” kata Ida saat menyampaikan harapan orang tua Moan.

Bahkan menurut dokter, lanjut Ida, bayi malang ini bisa pulang jika berat badannya mencapai 5 Kilo, sedangkan saat ini Moan hanya memiliki berat badan 2,9 Kilo.

“Menurut dokter Moan dapat pulang kembali ke rumah, jika berat badannya mencapai 5 Kilo,” ujarnya.

(Ahkam)

KOMENTAR
Share berita ini :