semen

Para pemilik toko bangunan se-Pulau Lombok, saat menunggu giliran ambil jatah semen, di Gudang Bosowa NTB Desa Bengkel Kecamatan Labuapi Lombok Barat, Jumat (13/9).

Mataram, NewsMetropol – Manager Operasional Semen Bosowa NTB, Budi Hardianto mengatakan kelangkaan semen di Daerah Nusa Tenggara Barat NTB menghambat pekerjaan tahap rekonstruksi pasca gempa.

Lanjutnya, akibat keterlambatan pasokan semen di NTB pihaknya membuat aturan baru dengan meminta para pihak toko yang ada di Pulau Lombok agar datang langsung ke gudang semen Bosowa untuk memperoleh pasokan semen.

Lanjutnya, akibat kelangkaan semen tersebut pihaknya memberikan jatah 200 zak per toko di seluruh wilayah Lombok.

“Tadinya jatah per toko 1000 zak kini kita pangkas menjadi 200 zak pertoko itu pun pihak toko yang mengambil sendiri ke gudang Bosowa,” ujar Budi saat di temui di Gudang Bosowa NTB Desa Bengkel Kecamatan Labuapi Lombok Barat, Jum’at (13/9).

Baca Juga:  Dari Pelabuhan, PTP Nonpetikemas Mengembangkan Wawasan dan Cita-Cita Generasi Muda

Kata dia hal ini dilakukan dalam jangka waktu yang belum bisa dipastikan atau sampai keadaan normal kembali.

“Tetap sistem jemput bola dalam kurun waktu sampai normal kembali,” ujar Budi lagi.

Sementara di tempat yang sama, salah satu pemilik toko dari Lombok Tengah, Haris mengatakan dirinya tidak dapat berbanyak dengan keterlambatan pasokan semen tersebut.

“Tadinya kami mendapat pasokan semen 1000 sak, kini dipangkas menjadi 200 zak per toko di seluruh Pulau Lombok, itupun kami ambil sendiri,” ujar Haris.

Menurut Haris, aturan yang dibuat pihak Bosowa NTB tersebut dangat tidak adil, karena biasanya jatah semen diantarkan dan jumlahnya 1000 zak.

“Semua toko-toko rata-rata mendapatkan jatah 200 zak, biasa kita diantarkan ke toko kini kami yang ambil sendiri ke gudang Bosowa,” cetusnya.

Baca Juga:  Terminal Kijing Tumbuh sebagai Simpul Logistik dan Perdagangan Strategis di Kalimantan Barat

Haris menambahkan bahwa dari sekian banyak merk semen hanya semen Bosowa yang harganya bersahabat dan terjangakau untuk masyarakat.

“Semoga keterlambatan ini tidak berkepanjangan,” harapnya.

(Rahmat)

KOMENTAR
Share berita ini :