Bupati Bangkep

Bupati Banggai Kepulauan H. Zainal Mus saat mengunjungi Danau Tendetung di Kecamatan Totikum Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (20/1).

Salakan, NewsMetropol – Bupati Banggai Kepulauan H. Zainal Mus mengunjungi salah satu destinasi wisata Danau Tendetung di Kecamatan Totikum Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (20/1).

Kunjungan orang nomor satu di Bangkep yang didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Nancy Dunda Zainal guna melihat langsung keindahan alam Danau Tendetung yang terletak di tiga wilayah desa, yaitu Desa Peley, Desa Kanali, dan Desa Tobungku tersebut.

Pantauan NewsMetropol, sampai di Danau Tendetung Bupati bersama Ny. Nancy Dunda Zainal langsung menaiki sepeda air bebek milik Desa Kanali guna menikmati keindahan destinasi wisata tersebut.

Selama satu jam Bupati dan Ibu memantau dan melihat langsung keindahan Alam Danau Tendetung, hingga terpancar rasa kagum orang nomor satu di Banggai Kepulauan itu.

Danau Tendetung 1
Keindahan Danau Tendetung yang terletak di Kecamatan Totikum Selatan Kabupaten Banggai, Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (20/1).

Sebagai wujud kepuasan menikmati keindahan alam Danau yang memiliki panjang kurang lebih 2,5 Km dan lebar variasi 600 – 800 meter itu,  Bupati menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Rusli Moidady untuk segera membuat desain pengembangan wilayah sekitar Danau Tendetung

“Buat perencanaan yang baik dan jangkah panjang, jalan masuk dari desa Peley segera benahi, buat tempat parkir yang luas agar ada tempat parkir kendaraan pengunjung,” perintahnya.

Bupati mengatakan, bahwa keindahan alam tersebut  merupakan salah satu rahmat dari Allah SWT di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) yang harus disyukuri.

Baca Juga:  A-PPI Magelang Raya Tegaskan Solidaritas Pers, Jangan Alergi pada Wartawan Lain

Untuk diketahui, jarak Desa Peley dari Salakan sekira 55 kilometer dan ditempuh selama 1 jam dengan perjalanan darat.

Untuk mencapai Danau Tendetung yang berjarak ± 3 kilometer dari Desa Peley memerlukan waktu 30 menit dengan kondisi jalan yang masih memprihatinkan.

Sementara itu, Nurmawati Kepala Desa Kanali yang baru dilantik tanggal 18 Desember 2017 lalu kepada Bupati Bangkep menceritakan bahwa nama Tendetung diambil dari nama sejenis rumput yang banyak tumbuh di sekitar danau itu.

Lanjutnya, Danau Tendetung pun tidak lepas dari cerita rakyat yang mempercayai bahwa adanya Tendetung seperti sekarang ini bermula dari sepasang kekasih yang tidak direstui oleh kedua orang tua dan kemudian mereka melarikan diri dengan menggunakan perahu.

“Konon, adanya 101 kelokan di sepanjang danau tersebut terbentuk karena perahu yang dipakai mereka tersebut. Danau ini mempunyai keunikan pada bulan Mei dan bulan Juni ini kering Pak Bupati. Yang nampak kelokan sungai sebanyak 101 kelokan dan setiap enam bulan berubah,” terangnya.

Kades berharap, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dapat menjadikan Danau Tendetung menjadi wisata andalan di Banggai Kepulauan sekaligus melengkapi sarana dan prasarana yang ada di danau itu.

Senada dengan itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bangkep, Bikhan Masso yang menceritakan asal mula Danau Tendetung pun tidak lepas dari cerita rakyat.

Baca Juga:  A-PPI Magelang Raya Tegaskan Solidaritas Pers, Jangan Alergi pada Wartawan Lain
Danau Tendetung Dikunjungi Bupati Bangkep
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bangkep, Bikhan Masso (tengah) di lokasi Danau Tendetung, Kecamatan Totikum Selatan, Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (20/1).

“Dengan melihat fenomena alam di Danau Tendetung ini yang berubah enam bulan sekali perlu kajian ahli khusus, ada apa dan mengapa sampai terjadi perubahan seperti ini,” harapnya.

Lanjutnya, melihat sejarah Nabi Musa AS yang membelah laut di mana dalam kitab suci Al Quran menceritakan bahwa Nabi Musa AS membelah laut dengan menghentakkan tongkatnya di Laut Merah sehingga Nabi Musa AS dan pengikutnya selamat sementara Raja Firaun dan bala tentaranya tenggelam.

“Sekedar cerita saja, bisa saja ada hubungannya dengan sejarah peradaban Nabi Musa AS,” imbuhnya.

Menurut dia, harus ada kajian hukum alam dan hukum fisika karena air begitu banyak tiba-tiba kering.

“Kemana airnya dan tak kalah pentingnya saya mengusulkan kepada Bupati agar kegiatan-kegiatan daerah yang berhubungan dengan alam atau lingkungan semacam camping atau apa saja harus diadakan di sekitar danau ini.

Serta pelepasan benih ikan tawar, ikan mas, mujair, nila dan lain-lain oleh pak Bupati sehingga mempunyai daya tarik tersendiri, serta pelaksanaan festival tahunan dilaksanakan di Danau Tendetung,” tutupnya.

Perjalanan destinasi wisata Bupati bersama Ketua Penggerak PKK Kabupaten Banggai Kepulauan ke Danau Tendetung juga didampingi oleh beberapa Kepala OPD, Camat dan Sekcam Totikum Selatan, Kades Peley, Kades Kanali, Kades Tobungku dan Kades Mansamat B.

(Ahmad Budullah)

KOMENTAR
Share berita ini :