IMG-20240722-WA0000
Penulis : Syaripudin | Editor : Widi Dwiyanto

LEBAK, NEWSMETROPOL.id – Pengerjaan Jalan Cikumpay – Ciparay berjarak kurang lebih panjang 12,27 KM + 1 KM dengan nilai anggaran sebesar kurang lebih Rp.87 miliar dengan waktu pekerjaan 300 hari kalender yang dikerjakan oleh PT Lombok Ulina menuai resah warga sekitar.

Enis warga Kampung Sukamantri, Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak menyatakan pendapatnya, bahwa pribadinya sangat setuju dengan pengerjaan Jalan Cikumpay – Ciparay ini sehubungan sudah belasan tahun jalan ini tidak tersentuh perbaikan oleh pemerintah kabupaten maupun provinsi.

“Sekarang alhamdulillah Pemerintah Provinsi Banten menggelontorkan dananya untuk perbaikan Jalan Cikumpay – Ciparay ini. Kami warga sekitar jalan ini tidak meminta banyak, tolong debu-debu yang diakibatkan dari jalan ini di minimalisir misalkan ada upaya penyemprotan sehari tiga kali pagi, siang dan sore,” ungkapnya.

“Seperti yang sekarang bapak liat di lantai rumah saya ini, debu di lantai ini diperkirakan ada setengah mili ketebalannya. Saya ngepel tiga kali sehari. Sekali lagi saya minta kepada pemboraong jalan ini perhatikan kami sabagai warga yang kena dampak. Tenggorokan berasa sesak karena tiap hari ngisap debu jalan, pokoknya mohon secapatnya ada upaya penyemprotan,” tambah ibu rumah tangga itu.

Baca Juga:  Peringati Haul ke-56 Bung Karno, Forkopimda Kota Blitar Gelar Upacara Ziarah Nasional di Makam Proklamator

Kepala Desa Panggarangan Buharta, S.Pd., mengatakan, dari Desa Pangarangan sendiri mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Banten sudah ada perbaikan pada jalan tersebut karena memang sudah lama sekali tidak ada perbaikan.

“Sekarang alhamdulillah Pemprov Banten mengalokasikan anggaran untuk perbaikan Jalan Cikumpay – Ciparay, hanya sekarang kendalanya dalam pengerjaan ini warga saya mengeluhkan kebulan debu yang berakibat batuk dan sesak nafas,” keluhnya.

Buharta menjelaskan, bahwa pihaknya telah berusaha mengusulkan agar melakukan penyemprotan jalan sehari dua kali atau optimalnya tiga kali yaitu diwaktu pagi, siang dan sore.

“Waktu itu sempat ada sehari dua hari penyemprotan, tapi kesini-kesini yang nyemprotnya itu hilang entah apa kendalanya. Sedangkan warga kami sekarang ini mengeluhkan merasa sesaknya akibat debu jalan itu, kami mohon sekali lagi upayakan ada penyemprotan,” kata Kades Panggarangan.

Baca Juga:  Peringati Haul ke-56 Bung Karno, Forkopimda Kota Blitar Gelar Upacara Ziarah Nasional di Makam Proklamator

Tarpisah, saat dikonfirmasi melalui watshappnya Roony karyawan PT Lombok Ulina bagian tehnik lapangan mengatakan, masalah yang dikeluhkan warga sekitar mengenai jalan itu sudah dilakukan penyemprotan, hanya karena sekarang ini musim kemarau jadi optimalnya mungkin harus tiga kali sehari.

“Kami sekarang ini melakukan penyiraman pagi dan sore. Innsha allah kami juga akan sampaikan keluhan ini ke pimpinan pusat semoga secapatnya sudah ada tindakan yang positif,” pungkasnya.

KOMENTAR
Share berita ini :