Reporter : Pujo S | Editor : Widi Dwiyanto
BLORA, NEWSMETROPOL.id – SDN 1 Ngronggah berada di Dk. Ngronggah, Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah letaknya tidak jauh dari Pasar Ngonggah yang merupakan jalan poros Kunduran – Doplang.
Memang penamaan SDN ini tidak mengikuti nama desa, karena nama desanya sendiri adalah Sempu.
Ketika masuk di SDN 1 Ngronggah, akan dihadapkan pada bangunan sekolah yang baru dan rapi. Bangunan sekolah tersebut sangat indah dengan cat dominan warna hijau muda. Atapnya berplafon dan lantainya dari keramik. Halaman sekolah juga sudah dipaving semua, sehigga terkesan bersih dan rapi.
Namun menurut Kepala SDN 1 Ngronggah, Sulis Endang Setyawati, S.Pd,SD, sebelumnya sekolah ini sangat memprihatinkan. Atapnya tidak berplafon dan lantainya pelur, bahkan dibeberapa tempat terjadi kebocoran saat hujan turun.
Sekolah tersebut menjadi bagus dan indah karena mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan tahun 2024 dari pemerintah pusat. Jumlahnya mencapai Rp.1.030.000.000.
Jumlah tersebut terdiri 5 paket pekerjaan, yakni; pertama, pembangunan ruang UKS sebesar Rp.130.000.000, kedua, rehabilitasi ruang guru sebesar Rp.135.000.000, ketiga, rehabilitasi ruang perpustakaan sebesar Rp..125.000.000, keempat, rehabilitasi ruang kelas sebesar Rp.405.000.000, dan kelima, pembangunan ruang labolatorium computer sebesar Rp.235.000.000.
Sulis Endang Setyawati, S.Pd,SD., sebagai Kepala Sekolah mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan yang telah memberi bantuan DAK pada sekolahnya.
“Terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Blora yang telah memberikan DAK untuk sekolah kami,” ungkapnya saat ditemui beberapa hari yang lalu.
Kasek menjelaskan, setelah sekolahnya baru, minat belajar anak-anak didik menjadi meningkat. Hal ini bisa dimaklumi karena sebelumnya kondisi kelasnya sangat memprihatinkan, karena lantainya dari pelur yang sudah rusak disana sini, sehingga berdebu. Dengan adanya kelas yang bagus, anak-anak menjadi senang, dan ingin segera menempatinya.
“Kemarin sempat masuk sebentar, tetapi anak-anak justru mencopot sepatunya ketika masuk kelas, takut kalua lantainya menjadi kotor. Karena lantainya keramik baru,” ujar Kasek.
Kasek memakluminya, namun pada saat semester genap nanti Ketika proses belajar mengajar diberlakukan kembali, pihaknya akan memerintahkan para anak didik untuk memakai sepatunya Ketika mengikuti pelajaran di kelas.
“Karena ini bukan masjid,” jelasnya.
Kasek menjelaskan bahwa dalam proses pembangunan DAK tersebut, pihaknya berkerja sama dengan Ketua Komite Sekolah Slamet Wahyu Hidayat yang merupakan Sekdes Sempu. Kasek adalah ketua pengawas, sedangkan Ketua Komite sebagai ketua pelaksana. Dengan kerjasama yang baik maka pembangunan ini bisa diwujudkan dan mendapatkan hasil yang bagus.
Pihaknya mengharapkan dengan adanya DAK ini, yang menghasilkan gedung-gedung dan ruang kelas yang bagus, supaya terjadi peningkatan presatasi di sekolahnya.
“Dengan adanya minat belajar yang meningkat, semoga bisa menaikkan prestasi siswa di sekolah kami, ujarnya kepada media ini di rung kerjanya belum lama ini,” pungkasnya.
