Jakarta, NewsMetropol – Tokoh masyarakat Sulsel yang ada di Jakarta Syarifuddin Daeng Punna, menyesalkan pernyataan Ribka Tjiptaning Anggota DPR RI yang menolak Vaksin Sinovac yang telah diprogramkan oleh pemerintah.
Pria yang akrab dipanggil SAdAP ini menilai bahwa apa yang disampaikan Ribka Tjiptaning adalah pernyataan personal yang dapat memunculkan ketidak percayaan masyarakat kepada pemerintah sehingga tidak mencerminkan sikap seorang anggota DPR.
“Saudari Ribka ini mengeluarkan pernyataan yang tidak merepresentasekan kepentingan rakyat, kalau dia punya solusi dalam menangani covid 19, kenapa bukan dia yang mencari vaksin yang menurutnya bisa mengatasi penyebaran covid 19,” terang SAdAP.
Menurutnya, sebagai anggota DPR RI, seharusnya Ribka mendukung apa yang diprogramkan pemerintah apalagi untuk kepentingan kesehatan seluruh masyarakat yang saat ini terancam oleh massifnya penyebaran virus Corona.
“Apakah saudari Ribka tidak melihat dan mengamati berapa ratus bahkan ribuan masyarakat terpapar hingga meninggal dunia, ditambah lagi tim medis yang bekerja secara aktif di lapangan banyak menjadi korban keganasan virus Covid-19 ini,” ungkap SAdAP.
Dia juga mengingatkan Ribka untuk tidak perlu mengumbar pernyataan yang kontra produktif dan membuat masyarakat bingung.
“Jika saudari keberatan dengan program vaksinasi, dan tidak ingin ikut divaksin maka sebaiknya saudari tidak membuat pernyataan. Pernyataan saudari ini dapat menyebabkan kegaduhan, dan apa yang disampaikan sama sekali tidak memberi rasa nyaman atas apa yang dialami masyarakat selama masa pandemi ini,” tegasnya.
Lanjut SAdAP, program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah merupakan satu-satunya solusi agar indonesia terbebas dari Covid-19.
“Jadi segala macam informasi yang berkembang terkait hal ini adalah hoax, dan patut diduga pernyataan Ribka bagian dari hoax yang dikembangkan melalui pernyataan seorang anggota DPR, hal ini bisa menjadi pemantik munculnya krisis kepercayaan terhadap program-program pemerintah ke depannya karena statement seorang Anggota DPR telah mempengaruhi masyarakat dengan pernyataan yang masih dipertanyakan kebenarannya dan itu dibiarkan begitu saja,” tutup SAdAP.
(Red)
