Jakarta, NewsMetropol – Tokoh Masyarakat Sulsel, Syarifuddin Daeng Punna turut menyayangkan adanya pro dan kontra dalam kebijakan Mudik.
Menurut pria yang akrab disapa SAdAP ini bahwa banyak masyarakat yang komplain dengan adanya kebijakan tersebut.
Padahal kata SAdAP banyak tempat hiburan dan lokasi pariwisata sudah mendapatkan izin untuk beroperasi.
“Pertanyaannya kenapa mudik mesti dilarang?” tegas SAdAP, Senin (26/4).
“Hal ini membuat masyarakat bingung dan kecewa dikarenakan kebijakan yang diambil justru tumpang tindih atau penerapannya berat sebelah,” sambungnya.
Menurutnya, mudik lebaran adalah tradisi bangsa Indonesia bukan saja ummat Islam.
“Saya berharap agar pemerintah memikirkan langkah dan solusi terbaik agar tidak ada pihak pihak yang merasa dirugikan seperti yang di keluhkan pengusaha travel dan perusahaan jasa transportasi,” tutup SAdAP.
(Red)
