Makassar, NewsMetropol – Tokoh Masyarakat Makassar, Syarifuddin Daeng Punna menyesalkan polemik terhadap pemakaman jenazah Almarhumah Nurhayati Abram.
Pasalnya kata dia, Tim Gugus Covid Sulsel tetap membawa jenazah almarhumah ke pemakaman khusus Covid-19 di Macanda Kabupaten Gowa meskipun berdasarkan hasil test swab, almarhumah dinyatakan negatif dari Covid-19.
“Ini perlu disikapi oleh pemimpin, baik di gugus tugas Covid 19, maupun pemimpin lainnya yang berkewenangan untuk menyikapi persoalan ini tanpa mencederai tatanan tugas dan melukai hati rakyat yang ingin memperoleh hak,” ujar pria yang akrab disapa SaDaP itu kepada NewsMetropol, Selasa (21/7).
“Jika sudah terjadi seperti ini apa jadinya dan apa dampaknya, siapakah yang harus disalahkan dan siapakah yang harus bertanggung jawab, sementara beberapa kejadian di Kota Makassar, masyarakat yang mengambil paksa jenazah di beberapa rumah sakit kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini sedang menjalani proses hukum di Kepolisian,” lanjutnya.
SaDaP bahkan menyebut terdapat kejanggalan terhadap penanganan jenazah Almarhumah Nurhayati Abram karena sebelumnya diduga terpapar Covid-19.
“Nah kalau seperti kasus yang dialami oleh Andi Baso Riyadi Mappasulle suami dari Alamrhumah Nurhayati, siapakah yang harus disalahkan atau siapakah yang harus dipenjarakan. Disinilah keadilan harus ditegakan,” terang SaDaP.
Untuk itu SaDaP berharap, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dapat menyelesaikan masalah ini dengan baik tanpa melukai hati masyarakat.
“Seperti yang telah diberitakan sejumlah media bahwa Gubernur Prof Nurdin berjanji akan memenuhi permintaan suami Almarhumah Nurhayati Abram, yakni Andi Aryadi Mappsulle. Namun hingga memasuki pertengahan Juli 2020 belum bisa direalisasikan,” ujarnya lagi.
SaDaP juga mengingatkan Gubernur untuk berkomitmen terhadap janji yang telah dilontarkannya.
“Terkait hal ini Pak Gubernur Sulsel harus tegas dan memikirkan secara cermat, karena sebagai pemimpin harus komitmen dalam memberi janji kepada masyarakatnya. Idealnya hal ini harus dibahas bersama dengan elemen pejabat pemerintahan terkhusus yang terlibat dalam kewenangan tim gugus tugas covid 19, dan jangan mudah memberi janji atau harapan kepada masyarakat, sebab jika menjanjikan, masyarakat pasti menunggu realisasi janji pemimpinnya,” tegas SaDaP
Selain itu SaDaP juga menggugah rasa kemanusiaan Gubernur Sulsel untuk menyelami perasaan dari keluarga Almarhumah Nurhayati Abram.
“Sebagai pemimpin yang paling utama adalah naluri kemanusiaan, saya berharap pak gubernur dapat memahami kondisi keluarga Andi Baso, apalagi segala persyaratan administrasi terkait pemindahan jenazah sudah dilengkapi di tambah lagi janji pak gubernur yang akan menindak lanjuti persoalan ini, maka sepatutunya harus di selesaikan agar tidak berlarut-larut melahirkan permasalahan baru,” imbuhnya
SaDaP juga berharap DPRD Sulsel dapat menyikapi persoalan ini, karena persoalan ini adalah persoalan rakyat.
“Menurut kami DPRD Provinsi Sulsel harus turun tangan untuk menemukan solusi bersama pemerintah dari tuntutan masyarakat yang menginginkan pemindahan pemakaman keluarganya dari Macanda ke pekuburan keluarganya di Bulukumba,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui persoalan polemik pemakaman jenazah Almarhumah Nurhayati Abram menyeruak ke publik setelah diunggahnya video yang berkonten putri almarhumah yang bernama Esa, menangis secara histeris dan meminta agar jenazah ibunya dimakamkan di kampung halamannya.
(Red)
