Makassar, NewsMetropol – Partai Negeri Daulat Indonesia atau disingkat PANDAI kian masif membentuk struktur di tiap daerah.
Partai yang di pimpin oleh Farhat Abbas ini akan ikut berkompetisi pada pemilu 2024 nantinya.
Sebagai partai pendatang baru maka diperlukan langkah strategis dengan merekrut tokoh-tokoh dengan berbagai latar belakang untuk membesarkan partai yang baru dibentuk.
Partai Negeri Daulat Indonesia (PANDAI) saat ini sedang melakukan strukturisasi, dan beberapa tokoh diberi mandat, salah satunya Syarifuddin Daeng Punna atau yang sering disapa SAdAP.
SAdAP melalui sambungan telepon mengaku bahwa baru-baru ini dirinya dihubungi langsung oleh pak Farhat Abbas dan sekaligus memintanya untuk ikut bergabung dalam struktur kepengurusan PANDAI.
“Sebenarnya ada beberapa petinggi partai yang menghubungi saya dan mereka adalah sahabat saya. Namun berbagai pertimbangan saya belum menyatakan untuk bergabung,” ujarnya, Ahad (27/12).
“Untuk partai yang dipimpin Farhat sebagai sahabat, saya dimandat untuk membentuk kepengurusan di sulsel dan amanah ini sebagai bentuk kepercayaan dan penghormatan, dan insya Allah saya akan membantu,” lanjut SAdAP.
SAdAP juga mengatakan bahwa dirinya pernah ikut serta mendirikan partai di Sulsel.
“Salah satunya PDB (Partai Demokrat Bersatu Red) tahun 2003 dan Partai Pro Republik,” ujarnya lagi.
Bahkan kata dia, pada tahun 2007 lalu, Partai Indonesia Tanah Air (PITA) Prof Dimyati Hartono sempat mengkadernya.
“Tahun 2008 Pak Endung Sutrisno mempercayakan saya sebagai ketua Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) Sulsel sebab Partai PITA tidak lolos verifikasi di tingkat pusat,” terangnya.
Dia menambahkan selain di Partai Politik dirinya juga banyak bergabung pada berbagai ormas di Sulsel seperti ; LPPN RI Sulsel, Korwil Indonesia Timur Pembela Kesatuan Tanah Air, Indonesia Bersatu 2016, Asosiasi Nikel Indonesia 2010, Generasi Pemuda Anti Narkoba GPAN Sulsel 2017, DPP PANI Pasukan Adat Nusantara 2016, Ketua Pengprov Sulsel Inkatzu Pordibya 2017 dan Ketua Dewan Pembina Laskar Merah Putih Sulsel 2020.
“Dan masih banyak lembaga yang sudah kami bentuk dan ikut terlibat dalam membesarkannya,” jelas SAdAP.
“Selain ormas, di waktu muda saya pernah masuk dalam kepengurusan Pemuda Muhammadiyah tahun 1981, dan AMPI tahun 1982,” tutup SAdAP.
(Red)
