Penulis : Efraim Baitanu | Editor : Febry Ferdyan
NTT, newsmetropol.id – Dalam rangka mempercepat penanganan kasus Covid-19 dan pencapaian target 70 persen Indonesia bebas Covid-19 sesuai perintah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, maka Kapolres TTS AKBP Andre Librian, SIk., mengeluarkan perintah kepada seluruh Kapolsek, Kapolpos jajaran Polres TTS, Polda NTT agar masing-masing membawa 100 orang bahkan lebih ke Makopores TTS untuk mendapat pelayanan gerai vaksinasi Presisi Polri, Sabtu ( 27/11/2021) kemarin, yang di gelar serentak di seluruh Indonesia.
Tampak ribuan warga Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari berbagai penjuru cukup membeludak memadati kantor Mapolres TTS untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi.
Petugas medis Bidokes Polda NTT yang melakukan pelayanan nyaris kewalahan melakukan pelayanan sehingga petugas Bidokes di bantu petugas dari Puskesmas Kota SoE, Puskesmas Batuputih, Puskesmas Nulle, Puskesmas Mollo Utara, Puskesmas Fatumnasi, Puskesmas KiE, Puskesmas Oinlasi, Puskesmas Amanuban Selatan, Puskesmas Siso untuk membantu melancarkan pelayanan vaksinasi gerai Polri Presisi.
Kapolres TTS AKBP Andre Librian, SIk., mengaku pihaknya cukup mengapresiasi antusiasme masyarakat untuk mengikuti vaksinasi pasalnya untuk pencapaian target 70 persen diakhir tahun 2021 Kabupaten TTS baru mencapai target 40 persen sehingga pihaknya mengeluarkan perintah kepada seluruh Kapolsek, Kapolpis jajaran Polres TTS untuk membawa serta masyarakat masing-masing 100 orang untuk satu kecamatan di 32 kecamatan wilayah Kabupaten TTS.
Kendati demikian di luar dugaan pihaknya justru merasa terkesima atas kehadiran warga yang cukup membeludak memadati halaman dan lorong kantor Mapolres TTS dengan berderetan antrian untuk mendapatkan pelayanan.
“Untuk mengatasi berdesakan warga, kami terpaksa menyediakan makanan snack dan makan siang kepada warga yang datang dari pelosok yang sangat jauh, tujuannya agar masyarakat tidak kecewa sehingga mendapatkan pelayanan, sedangkan warga yang rumahnya dekat diberikan snack makanan ringan alakadarnya,” terang Kapolres.
Lanjut dijelaskannya, bahwa target penyediaan obat vaksinasi yang diberikan oleh Polda NTT hanya 300 vial untuk 3000 orang, namun justru terbalik dugaan ketersedian obat vaksin yang disediakan kurang sehingga terpaksa meminta bantuan Dinas Kesehatan untuk menambah stok dan pelayanan di lanjutkan hingga larut malam.
“Jenis vaksin yang diberikan kepada masyarakat adalah jenis vaksin sinovac, jenis astra jenecal dan jenis moderna, untuk pelayanan tahap I dan tahap II. Pelayanan terus berlanjut hingga larut malam dan semua masyarakat terlayani dengan baik,” katanya.
Kapolres TTS mengatakan, bahwa selain meberikan pelayanan vaksinasi, pihaknya juga menyediakan sembako bagi masyarakat di mana setiap masyarakat yang selesai mendapatkan pelayanan langsung menerima bingkisan sembako beras dan gula, kopi ala kadarnya, sehingga masyarakat merasa senang untuk mengikuti vaksinasi.
“Diharapkan animo masyarakat terus ada untuk mengikuti vaksin sehingga target kita tercapai dan kepada para Kapolsek dan jajaran untuk terus memberikan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat menyerahkan diri untuk mengikuti vaksinasi,” tutup Kapolres Andre Librian.
Terpisah Bendelina Liu salah satu warga peserta vaksinasi usai mendapat vaksinasi ketika dimintai keterangan mengatakan, bahwa dirinya dan keluarga sangat senang karena setelah mendapatkan pelayanan vaksinasi di Polres TTS dirinya dan anggota keluarga mendapatkan bingkisan sembako.
“Masyarakat merasa senang ikut vaksin disini, karena dapat snack dan dapat makan setelah di vaksin, di kasih bingkisan sembako lagi. Saya dan anggota keluarga kami 4 orang dapat 4 bingkisan, lumayan kami bisa meringankan beban makan minum selama 1 bulan. Puji Tuhan Polri luar biasa,” katanya.
