IMG-20210416-WA0036

Jakarta, NewsMetropol – Terkait dengan adanya langkah Walikota Makassar Danny Pomanto untuk meresetting RT/RW di Kota Makassar, salah seorang Tokoh Masyarakat Sulsel yang ada di Jakarta Syarifuddin Daeng Punna (SAdAP) menanggapi hal tersebut.

SAdAP mengatakan, langkah tersebut sebenarnya perlu dikaji sebelum mengambil langkah yang terlalu jauh dalam mengatur urusan RT / RW.

Menurutnya, setiap pimpinan RT maupun RW akan mendukung program Pemerintah Kota Makassar untuk menjadi 2 kali lebih baik, hal itu bisa di monitor langsung melalui peran Lurah dalam menyampaikan tujuan dari visi pembangunan yang akan di realisasikan oleh Pemkot Makassar, sebab Lurah merupakan perpanjangan tangan dari pemkot yang terdekat dengan RT dan RW setelah Camat.

“Seharusnya Pak Danny Pomanto tidak langsung mengganti RT RW, tidak etis pimpinan di level walikota mengatur sampai ke tingkat warga,” sebut SAdAP di Jakarta, pada Kamis (15/4).

Kata dia, Pak Walikota kita ini kan menurut saya merupakan orang yang pintar dan punya segudang prestasi dibidang management pembangunan dan tata kelola pemerintahan sehingga saya menganggap pak Danny tau apa yang seharusnya dilakukan untuk menanggapi persoalan di RT/RW saat ini, sehingga publik tidak menyalah artikan langkah Resetting sebagai bagian dari dendam politik karena mayoritas RT/RW di duga tidak mendukungnya saat pemilihan walikota-wakil walikota Makassar yang lalu.

“Olehnya itu saya menyarankan agar pak Danny mempertimbangkan hal ini sebelum mengeluarkan kebijakan Resetting. Sebagaimana di pahami bersama bahwa Pemerintah kota memiliki perangkat di tingkat kecamatan dan kelurahan sehingga Persoalan seperti RT RW ini bisa di selesaikan dengan memanggil camat atau lurahnya sebagai perwakilan warga dan pemerintah di bawah,” terang SAdAP.

SAdAP menambahkan, mengganti RT/RW dibutuhkan proses pemilihan di tingkat masyarakat, sebab pergantian RT/RW secara kultur dalam manajemen pemerintahan bukanlah ranah Walikota.

“Meskipun sebenarnya bisa dilakukan namun akan dianggap terlalu jauh mengintervensi,” tutup SAdAP.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :