Kapolsek Pringgebaya, AKP Sari Mukmin bersama anggotanya datang ke lokasi untuk pengamanan jalannya aksi Warga Pringgebaya Utara menolak kegiatan tambang pasir besi yang dilakukan PT AMG.
Lombok Timur, NewsMetropol – Ratusan warga Dusun Segara Desa Pringgebaya melakukan aksi penolakan terhadap aktivitas tambang pasir besi yang dilakukan pihak PT Anugerah Mitra Graha (AMG) di pantai Koko Desa perbatasan Desa Pringgebaya Utara dengan Pringgebaya Induk, Kamis (26|7).
Dengan langsung mendatangi lokasi penambangan pasir besi tersebut. Aksi yang dipimpin Kadus Segara, Jumasih datang bersama warganya untuk mempertanyakan mengenai aktivitas tambang tersebut. Karena dikhawatirkan akan berdampak terhadap lingkungan,dengan akan terjadi abrasi nantinya.
“Kami minta agar aktivitas tambang pasir besi dihentikan karena takut dampak ditimbulkan kedepannya,” kata Jumasih
Para warga juga ingin mempertanyakan kejelasan terhadap kegiatan tambang pasir besi tersebut juga,apakah sudah memiliki ijin atau tidak tidak. Karena sampai saat ini tidak pernah ada sosialisasi kepada masyarakat yang berdekatan langsung dengan lokasi tambang pasir besi.
” Masyarakat menjadi resah dengan adanya kegiatan tambang pasir besi ini,sehingga melakukan aksi untuk minta kejelasan,” sambung Jumasih
“Untuk tidak terjadi aksi yang lebih besar lagi alangkah baiknya perusahaan hentikan aktivitas demi kebaikan bersama,” lanjutnya.
Sementara dari pihak perusahaan tambang PT AMG tidak ada di lokasi yang menerima kedatangan warga menolak tambang pasir besi tersebut. Akan tapi dari Kapolsek Pringgebaya, AKP Sari Mukmin bersama anggotanya datang ke lokasi untuk mengamankan jalannya aksi.
Dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat yang melakukan aksi tersebut. ” Saya minta warga dalam menyelesaikan setiap persoalan dengan kepada dingin dengan terlebih dahulu melihat akar persoalan itu,” kata Kapolsek.
Sementara itu lanjut, Sari,masalah kegiatan tambang pasir besi ini yang berada di wilayah Pringgebaya Induk kalau melihat dari masalah ijin sudah ada. Dari ujung pantai Pringgebaya sampai di wilayah Geres,Labuhan Haji.
Namun begitu kelihatannya dalam persoalan ini ada mis komunikasi. Sehingga ini yang tentunya harus dikelirkan persoalan tersebut agar masyarakat bisa memahami bersama-sama.
Akan tapi yang jelas kami sebagai aparat hanya mengamankan saja,begitu ada warga yang melapor untuk melakukan aksi dipersilahkan sepanjang tidak melanggar aturan yang ada.
“Yang jelas disini ada terjadi mis komunikasi, begitu juga sosialisasi kepada masyarakat yang dilakukan perusahaan maupun aparat desa belum maksimal,” tandas Kapolsek Pringgebaya, AKP Sari Mukmin.
Kemudian setelah mendapatkan penjelasan dari Kapolsek kemudian massa membubarkan diri dengan tertib, dengan kembali ke rumah masing-masing.
(Amrin)
