Sertu Marinir Hendra Syahputra, prajurit Intai Amfhibi Marinir TNI AL saat diwawancarai oleh awak media usai menemukan Black Box Lion Air JT-610.
Kerawang, NewsMetropol – Prajurit Marinir asal Kota Dumai berhasil menemukan Black Box pesawat Lion JT-610, Kamis (1/11).
Putra dari pasangan suami-istri Chaidirman dan Syafnizar ini lahir di Dumai pada tanggal 10 Juni 1985.
Kesehariannya pria yang dikenal dengan nama Sertu Marinir Hendra Syahputra bertugas sebagai prajurit Intai Amfhibi Marinir TNI AL.
Sertu Marinir Hendra menemukan bagian black box pesawat Lion Air yang jatuh di Perairan Karawang itu hari ini.
Yang ditemukan adalah bagian black box yang terpenting bernama flight data recorder (FDR).
Usai mengangkat black box dari dasar laut, Sertu Hendra membagikan pengalamannya.
Hendra mengatakan penyelam dari Batalion Intai Amfibi (YonTaifib) awalnya melakukan pencarian black box dan badan pesawat Lion Air.
Kata dia, penyelaman yang juga dilakukan bersama petugas KNKT itu mengalami kendala.
“Begitu kami turun arus sangat kencang. Kemudian dengan keterbatasan, kita menggunakan tali untuk tidak terbawa arus karena tali tersebut agak menghambat pergerakan kami,” cerita Sertu Hendra.
Menurutnya, di area yang memancarkan sinyal black box, hanya didapati sedikit serpihan pesawat sehingga membuat Hendra dan penyelam lain ragu.
Namun sinyal itu terus diikuti hingga mengarah pada endapan lumpur.
“Kami sempat putus asa karena arus sangat kencang, tetapi kami percaya dan yakin dengan tekad serta hati yang iklas selalu mengikuti alat yang kami bawa, kami kecilkan areanya lalu pada tempat yang alatnya menimbulkan bunyi sensitif kami gali lumpur tersebut dan mendapatkan black box pesawat Lion JT-610,” jelasnya.
(M. Daksan)
