Kiri-kanan : Menlu Bahrain Abdullatif Al Zayani, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menlu UEA Abdullah bin Zayed memperlihatkan dokumen yang ditandatangani.
Yerusalem, NewsMetropol – Ratusan warga palestina menggelar aksi protes di Tepi Barat dan jalur Gaza, Selasa (15/9).
Aksi protes tersebut dimaksudkan mengecam perjanjian normalisasi hubungan Uni Emirat Arab dan Bahrain dengan Israel.
Dikutip Al-Jazeera, Rabu (16/9), para demonstran terlihat mengusung bendera Palestina dan mengenakan topeng wajah untuk melindungi diri dari coronavirus.
Para demonstran berkumpul di kota-kota tepi barat, seperti Nablus dan Hebron dan Gaza.
Puluhan orang juga ambil bagian dalam demonstrasi di Kantor Otoritas Palestina (PA) di Ramallah.
Sejumlah spanduk bertuliskan membaca “Pengkhianatan”, “Tidak Untuk Normalisasi Dengan Penjajah” dan “Perjanjian Malu” menghiasi aksi unjuk rasa tersebut.
Publik Palestina menegaskan bahwa hanya penarikan Israel dari wilayah pendudukan yang dapat membawa perdamaian Timur Tengah setelah kesepakatan Bahrain dan UEA.
Sebagaimana diketahui Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memfasilitasi terjadinya normalisasi hubungan UEA-Israel-Bahrain.
Penandatanganan perjanjian normalisasi hubungan tersebut digelar di Gedung Putih, Kantor Kepresidenan Amerika Serikat, Washington DC, Selasa (15/9).
Perjanjian normalisasi tersebut ditandatangani oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menlu Bahrain Abdullatif Al Zayani, Menlu UEA Abdullah bin Zayed dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
(Red/Al-Jazeera)
