Reporter : Risyaji | Editor : Widi Dwiyanto
JAKARTA, NEWSMETROPOL.id – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan apresiasi kepada para pekerja yang berhasil menghadirkan berbagai gagasan inovatif melalui Awarding PTP Inovasi 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum perusahaan untuk memberikan penghargaan sekaligus memperkuat budaya inovasi dan perbaikan berkelanjutan di seluruh lini perusahaan. Sabtu, (29/08/2026).
PTP Inovasi merupakan program yang telah diselenggarakan sejak 2019 sebagai wadah bagi pekerja untuk menghadirkan ide dan solusi atas berbagai tantangan dalam pelaksanaan pekerjaan. Berbagai inovasi yang lahir dari program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi unit kerja, tetapi juga dapat dikembangkan dan diimplementasikan untuk mendukung peningkatan kinerja perusahaan.
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mengatakan bahwa inovasi merupakan bagian penting dalam membangun budaya kerja yang adaptif dan berorientasi pada perbaikan. Menurutnya, setiap ide yang lahir dari pekerja merupakan bentuk kepedulian terhadap proses bisnis sekaligus upaya untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif.
“Kami mengapresiasi seluruh pekerja yang telah berkontribusi melalui PTP Inovasi 2026. Kami berharap inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi terus dikembangkan dan diimplementasikan sehingga memberikan dampak nyata terhadap produktivitas, efisiensi, keselamatan kerja maupun kualitas layanan,” ujar Indra.
Pada PTP Inovasi 2026, Cabang Tanjung Pandan meraih Juara 1 melalui inovasi “EQUIP-CHECK 2026: Digitalisasi Pre-Start Check Alat Berat Berbasis QR Code Terintegrasi”, Divisi Teknik meraih Juara 2 melalui “Smart Laser Safety Zone For Heavy Equipment Operation”, dan Divisi SDM meraih Juara 3 melalui “Integrated Smart Archiving System (ISAS)”.
Sementara itu, Juara Favorit 1 diraih Divisi Renstra melalui “ECO-HOPPER” dan Juara Favorit 2 diraih Cabang Pontianak melalui “MODIFIKASI ALIRAN HOSE BY PIPE PADA KAPAL PORT ALFRED”.
Kelima inovasi tersebut merepresentasikan beragam upaya perbaikan di lingkungan PTP Nonpetikemas, mulai dari digitalisasi proses pemeriksaan alat berat, peningkatan keselamatan operasional, pengelolaan arsip, hingga optimalisasi proses kegiatan operasional. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi dapat tumbuh dari berbagai fungsi dan cabang sesuai dengan kebutuhan serta tantangan yang dihadapi di lapangan.
Salah satu contoh implementasi inovasi yang memberikan manfaat bagi proses bisnis perusahaan adalah Port Operation Cost Control (Popcost), inovasi yang dikembangkan pada PTP Inovasi 2024 dan mulai go live pada 10 Oktober 2025. Sebelum adanya Popcost, belum tersedia template standar untuk penyusunan rencana dan realisasi bongkar muat sehingga masing-masing cabang menggunakan template yang berbeda. Selain itu, belum tersedia tools yang membantu proses akrual beban operasi secara langsung dari kegiatan bongkar muat serta belum terdapat database margin laba rugi berdasarkan kapal dan komoditi.
Setelah diimplementasikan, Popcost menyediakan template standar untuk penyusunan rencana dan realisasi bongkar muat, sekaligus menjadi tools yang membantu proses akrual beban operasi secara langsung dari kegiatan bongkar muat. Popcost juga menyediakan database margin laba rugi berdasarkan kapal dan komoditi yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam mendukung pengambilan keputusan di bidang komersial maupun operasional.
SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, mengatakan bahwa keberagaman gagasan tersebut menjadi bukti bahwa pekerja memiliki peran penting dalam mendorong perbaikan di lingkungan perusahaan.
“Yang paling penting adalah bagaimana ide-ide tersebut dapat berlanjut ke tahap implementasi dan memberikan manfaat yang terukur. Kami ingin inovasi menjadi bagian dari cara kerja sehari-hari, bukan hanya sebagai program tahunan,” jelas Fiona.
Melalui PTP Inovasi 2026, PTP Nonpetikemas terus mendorong terciptanya budaya kerja yang kreatif, adaptif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Semangat inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan operational excellence, efisiensi, produktivitas, keselamatan kerja, dan kualitas layanan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pencapaian kinerja perusahaan secara berkelanjutan.
