IMG-20210702-WA0023

Lebak, NewsMetropol – Merasa tidak ditanggapi protes tercemarnya air di sungai Cipamubulan dan Muara Pulomanuk, warga Pulomanuk ancam akan gelar aksi demo kepada empat perusahaan tambang Pasir di Kecamatan Bayah.

Hal itu disampaikan H. Entis tokoh masyarakat Kampung Pulomanuk, Kecamatan Bayah kepada NewsMetropol, Jum’at (02/07/2021).

Menurut H. Entis warga sudah gerah dengan tidak ada respon dan tindakan dari pemerintah setempat terkait permasalahan keadaan sungai yang keruh dan kotor.

“Warga merasa tidak nyaman dengan adanya 4 perusahaan yang melakukan penambangan di hulu sungai Cipamubulan, karena bukan hanya mengakibatkan keruhnya sungai setiap hari tetapi mengakibatkan pendangkalan terhadap sungai dan laut khususnya Muara Pulomanuk ini,” keluhnya.

H. Entis mengatakan sangat menyesalkan tidak ada tindakan apapun dari pihak yang berwenang sehingga terkesan pembiaran terhadap keempat perusahaan tambang pasir yaitu PT INKOPAL, PT PRK, PT SAM dan PT DAS.

Hal senada juga dikatakan Denny Martinus, SH., bahwa warga tidak mempermasalahkan legal atau ilegalnya pertambangan tersebut. Yang kami permasalahkan itu limbahnya walaupun di buang ke sungai Cipamubulan diharapkan perusahaan dapat mensiasati agar air sungai tidal keruh.

“Saya berharap kepada yang berkompeten yaitu satpol PP dan KLH Kabupaten Lebak segera turun ke lapangan dan dapat mengatasi masalah ini,” katanya.

Di tempat berbeda, Dede mantan RW Kampung Pulomanuk mengatakan, sebagai pribumi merasa sedih kampung halamannya sudah tidak asri.

“Warga rindu dengan sungai ini, setiap kemarau tiba sungai Cipamubulan dipenuhi warga untuk mencuci bahkan di konsumsi,” ujarnya.

“Bila Pemerintah Kabupaten Lebak tidak mengindahkan permintaan kami. Jangan salahkan kami datang ke perusahaan tersebut untuk aksi demo,” pungkas Dede.

(Uwa Endin)

KOMENTAR
Share berita ini :