Lebak, NewsMetropol – H. Yoyon warga Kecamatan Bayah dan tokoh masyarakat setempat mengungkapkan keprihatinannya terhadap keadaan Terminal Bayah yang seakan beralih fungsi menjadi tempat parkir para pedagang dan pengunjung belanja.
Hal itu dikatakannya kepada NewsMetropol saat di Terminal Bayah, Sabtu (04/09/2021).
“Saya sangat prihatin sekali melihat keadaan Terminal Bayah ini, dari keadaannya yang sudah tidak layak huni alias hancur. Tampak sekarang menjadi tempat parkir pedagang dan yang belanja ke pasar Bayah,” ujarnya.
Menurut H. Yayan, sejak awal Terminal Bayah di bangun, sepengetahuannya hingga saat ini belum ada perehaban atau perbaikan yang lebih baik, itu kurang lebih sekitar 23 tahun.
Dia juga mengungkapkan bahwa hingga kapan Terminal Bayah tersebut dapat diperbaiki, karena jika di musim hujan selalu banjir seperti kubangan kerbau.
H. Yayan pun mempertanyakan retribusi yang setiap harinya dipungut oleh pengelola tetapi tidak adanya perimbangan dengan kondisi terminal Bayah yang memprihatinkan saat ini, kemudian terkait pengeteman kendaraan umum jurusan Palabuhanratu, seharusnya ngetem tidak di jalan raya.
“Tapi kenapa dari pihak DLLAJ atau pengurus terminal Bayah selalu dibiarkan,” herannya.
Di tempat yang sama, Wawan Petugas DLLAJ Bayah mengatakan, bahwa terminal Bayah seharusnya di bangun di tahun 2019, bahkan sudah sempat di ukur oleh Pemda dalam persiapannya, sehubungan adanya pandemi Covid-19 jadi anggaran tersebut difokuskan penanganan Covid-19.
“Tapi Innshaallah tahun 2022 Terminal Bayah dan Terminal Lalijaga Rangkasbitung di bangun, itu hasil rapat kemarin Kadis bersama Pemda,” katanya.
(Uwa Endin)
