Ankara, NewsMetropol – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa masalah Kashmir bagi Turki sama pentingnya dengan Pakistan.
“Masalah Kashmir dapat diselesaikan bukan dengan konflik atau penindasan, tetapi atas dasar keadilan dan kesetaraan,” kata Recep Tayyip Erdogan di hadapan anggota Majelis Nasional dan Senat Pakistan seperti dilansir Turkinesia.net, Sabtu (15/2).
Pernyataannya datang sekitar tujuh bulan setelah penutupan Jammu dan Kashmir, bagian yang dikelola India dari wilayah Kashmir yang disengketakan, sebuah langkah kontroversial yang banyak dikecam oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia serta komunitas Islam global.
Dalam catatan pidato keempatnya di parlemen Pakistan, Erdogan juga membahas situasi di Idlib, Suriah barat Iaut, dan mengatakan bahwa langkah terbaru Turki di zona de-eskalasi provinsi dimaksudkan untuk mencegah rezim Assad membunuh 4 juta orang yang tertindas dengan menggunakan bom gentong.
“Pakistan berdiri bersama Turki, meskipun ada pihak lain yang bekerja untuk melindungi teroris,” katanya, merujuk pada Operasi Mata Air Perdamaian, yang diluncurkan Oktober lalu, di barat Iaut Suriah.
“Turki akan terus mendukung Pakistan dalam perang melawan terorisme,” tambahnya.
Erdogan juga mengatakan Turki akan mendukung Pakistan melawan tekanan politik oleh Satuan Tugas Aksi Keuangan antar pemerintah.
Mengenai apa yang disebut Kesepakatan Abad ini, yang diumumkan bulan lalu oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih dan mendapatkan kecaman yang luas, Erdogan mengecam rencana itu dan menyebut sebagai “proyek pendudukan.”
(Red/Sumber)
